Pentingnya Master Plan Ekonomi dalam Memanaje Rumah Tangga Perekonomian Daerah

April 10, 2013 1 komentar

Tuntutan beberapa pakar politik dan teknokrat ekonomi untuk menata rumah tangga Daerah Propinsi dan Kabupaten mulai membahana akhir-akhir ini.   Letupan-letupan konflik sosial dan politik di beberapa wilayah Indonesia, merupakan refleksi tidak langsung atas ketidakpuasan segolongan masyarakat tersebut atas kinerja pembangunan perekonomian di tanah air.  Bahkan bukan saja di Papua yang pernah mengibarkan “regional flag” nya, kemaren ini beberapa warga penduduk di Aceh mengibarkan bendera Aceh.   Inipun merupakan gambaran atas keinginan sepihak dari kelompok penduduk di daerah untuk mengelola rumah tangganya menurut versi mereka.

Kitapun sebagai warga negara Indonesia, yang menjunjung tinggi rintisan para pejuang kemerdekaan Indonesia, terkaget-kaget dengan upaya sementara pihak yang menginginkan kewenangan penuh bagi Pemerintahan Daerah mengelola administrasi dan rumah tangganya sendiri.   Mungkin jika apa yang diberikan ke Timor Leste dikabulkan untuk propinsi lainnya di Indonesia, akan kacau balau Nusantara kita diadu domba oleh kekuatan-kekuatan ekonomi regional dan global.  Kita tidak menginginkan hal ini terjadi.

Jalan tengah yang juga sedang diusung oleh pakar hukum dan politik, adalah dibentuknya pemerintahan Federasi dimana kewenangan mengelola Pemerintahan Daerah tetap diberikan dengan leluasa, tetapi beberapa bidang sektor pembangunan masih berada dikendali Pemerintahan Pusat.   Mereka melihat cerita sukses di Negara Bagian Australia dan Pemerintahan Daerah di Malaysia.  Hanya saja perlu ditekankan disini, bahwa suasana geopolitik dan ekonomi di kedua negara tersebut sangat berbeda dengan kondisi Indonesia.   Sehingga sangat riskan apabila diaplikasikan.

Terlepas dari sistem administrasi Pemerintahan daerah mana yang lebih baik, Pemerintahan Daerah Propinsi dan Daerah Kabupaten dapat memulai pembangunan perekonomiannya secara lebih stratejik dan terfokus.  Beberapa hal yang dapat dirintis pengembangannya adalah sebagai berikut:

1.  Pemerintahan Daerah Propinsi perlu memiliki Master Plan Pengembangan Ekonomi yang baku, yaitu  mengenai bagaimana perekonomian wilayahnya akan dibawa dalam 10 sd 20tahun ke depan.

2. Pada master plan tersebut tersirat kegiatan Ekonomi Kunci apa saja yang ingin dikembangkan, dan bagaimana strategi-strategi untuk menggalang partisipasi masyarakat, pelaku ekonomi dan pemilik modal dalam merealisasikan rancangan pengembangan ekonomi kunci ini.   Pola struktur “keterkaitan kluster” ekonomi utama dengan sektor2 yang berkaitan (ke hulu dan ke hilir) perlu dimantapkan dan didukung oleh sistem perijinan yang baku, tegas, dan tidak birokratis.

3. Rencana pengembangan ini kemudian dilengkapi dengan rencana penggunaan lahan yang mendukung pencapaian strategi-strategi yang ditetapkan.  Rencana infrastruktur, jaringan penghubung lalulintas barang dan jasa serta SDM yang handal perlu dibangun dan dilaksanakan.  Beberapa wilayah industri terpadu dapat dibangun.

4. Master Plan dan Rencana2 Pendukung ini harus dibuat berkelanjutan, artinya siapapun Gubernur atau Bupati yang terpilih, mereka harus memiliki komitmen untuk melaksanakan rencana dan strategi yang ditetapkan.

5. Pemerintahan Kabupaten hendaknya menyelaraskan pola pengembangan perekonomian wilayahnya dengan Master Plan Ekonomi dalam skala tata ruang propinsi di atas.

Tentunya masih banyak tahapan-tahapan berikutnya agar pengembangan perekonomian daerah dapat berkembang dengan baik.  Partisipasi masyarakat perlu selalu diajak dalam merumuskan rancangan tersebut.  Pemerintahan propinsi tetangga harus diajak berkolaborasi demi kemajuan tata-hubungan perekonomian wilayah yang lebih luas lagi.

Kategori:Kontak Pelanggan

Kegagalan Kebijakan Mekanisme Pasar dan Perdagangan Bebas

Oktober 8, 2008 24 komentar


Lengkap sudah bukti-bukti empiris atas kegagalan kebijakan mekanisme pasar dan politik perdagangan internasional yang semakin terbuka dalam sepuluh tahun terakhir ini. Untuk mengantisipasi terulang kembalinya kejadian yang sama maka Pemerintah disarankan segera menerapkan kebijakan perekonomian pasar yang terkendali, dengan memperhatikan kepentingan ekonomi domestik dan ketahanan nasional. Baca selanjutnya…

BBM: Penjajahan Ekonomi Para Kapitalis Minyak Bumi Internasional

Mei 24, 2008 16 komentar


Dunia pada era globalisasi saat ini sedang dipermainkan oleh ulah para pemilik kapital yang menguasai aset strategis minyak bumi internasional, baik pada tataran kepemilikan sumberdaya maupun pada tingkatan pengolahan dan distribusinya. Proses penjajahan ini hanya dapat dilawan kehadirannya dengan sistem regulasi yang bertanggung jawab oleh kelompok negara-negara pemakai minyak bumi maupun negara penghasil minyak bumi yang masih memiliki naluri kemanusiaan. Baca selanjutnya…

Dampak Yang Menyakitkan dari Keputusan Kenaikkan Harga BBM 24 Mei 2008

Mei 24, 2008 9 komentar


Tepat pada pagi hari ini kita berkabung dengan keputusan Pemerintah Indonesia yang pada akhirnya menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, rata-rata sebesar 28,7%. Kita berbela sungkawa karena dampak luarbiasa yang akan terjadi beberapa bulan ke depan dalam penurunan kondisi kehidupan kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Mereka ini merupakan kelompok yang bukan saja termasuk masyarakat penerima BLT tetapi juga meliputi sekitar 40% warga masyarakat berpendapatan rendah di seluruh penjuru tanah air. Baca selanjutnya…

Efektifitas Pengendalian Kekuatan Monopoli Pasar: KPPU vs. Temasek

November 30, 2007 12 komentar


Click here to view map
Temasek Tower

Di akhir bulan Nopember ini kalangan pebisnis di Indonesia sempat dibuat tercengang oleh keputusan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) yang mevonis Temasek Holdings yang diduga telah melanggar aturan persaingan tidak sehat karena telah memiliki saham secara silang di Indosat dan Telkomsel. Silang pendapatpun bermunculan, yang kemudian mengerucut pada dua kubu: yang “pro” pada keputusan otoritas KPUU dan yang “kontra” dengan berbagai keberatan atas landasan pemikiran dan alasan ditetapkannya keputusan tersebut. Baca selanjutnya…

FEUI: Dahulu dan Kini Sama Saja?

Oktober 31, 2007 46 komentar


Tulisan Oleh: Kanti Pertiwi


Tidak mudah memang untuk merubah sesuatu.
Pertanyaan yang paling pertama muncul biasanya adalah “Dari mana harus kita mulai?” Pemikiran ini timbul semenjak saya membaca sebuah email terusan dari salah satu milis yang mengangkat topik tentang pengajaran di FEUI. Si penulis utama dalam email terusan tersebut adalah seorang alumni yang terpukul hatinya mendengar kabar terkini dari FEUI yang ternyata tak banyak bedanya dengan situasi yang dialaminya dulu semasa kuliah, yaitu lebih dari 10 tahun yang lalu. Baca selanjutnya…

Kategori:SDM

Revitalisasi Perekonomian Kota Metropolitan Jakarta

Agustus 6, 2007 11 komentar


Jakarta Selamat Datang
Beberapa minggu terakhir ini media maupun perhatian masyarakat kota Jakarta disibukkan oleh hiruk pikuk kegiatan kampanye dari dua kandidat calon gubernur. Masing-masing kandidat (pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar dan Fauzi Bowo-Prijanto) telah saling mengumbar janji untuk segera menangani semua permasalahan yang dihadapi ibukota negara – Jakarta.
Baca selanjutnya…

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya