Book Review: Storytelling with Data

TINJAUAN BUKU: Cole Nussbaumer Knaflic. 2015. STORYTELLING WITH DATA. New Jersey: John Wiley and Son. ISBN 978-1-119-00225-3

Oleh Aditiawan Chandra

15216000_120300000861833305_1105883245_o

Dalam era teknologi informasi yang semakin canggih kehidupan kita dipenuhi oleh lautan data. Data bisa berbentuk koleksi angka2 kuantitatif, kejadian satu event atau rekaman serial digital photo. Menjadi pertanyaan lebih lanjut:

“Bagaimana kita bisa memanfaatkan koleksi data yang banyak jumlahnya ini menjadi satu informasi yang bermanfaat bagi keputusan bisnis atau penyebaran komunikasi?”

Kita sering kecewa saat melihat laporan penjualan yang disampaikan bawahan yang sulit dicerna Belum lagi dengan tumpukan album foto tanpa tema, atau cerita panjang tanpa makna yang dijejali masuk ke timeline wall facebook kita.  Menjembatani kegundahan para pembuat keputusan bisnis atau penerima pesan informasi, buku yang ditulis oleh Cole ini sedikitnya menjawab kebutuhan tersebut.

Buku ini berisikan pedoman cara menyampaikan pesan komunikasi dengan baik dan efektif ditengah tumpukan ribuan data yang ada di sekitar kita.Dari buku barunya yang berjumlah 267 halaman, Penulis menyarankan perlunya kita membuat cerita yang mudah ditangkap dan mudah dimengerti (STORYTELLING) dengan memanfaatkan data yang sesuai. Tujuannya tak lain agar pesan komunikasi yang diterima menjadi efektif — tidak membingungkan dan mudah dimengerti.

Penulis yang berlatar belakang pengetahuan matematika dan ilmu manajemen bisnis, memberikan pedoman dalam menyiapkan “storytelling” tersebut. Terdapat 6 tahapan, berikut ini:

  1. Mengerti KONTEKS PESAN yang disampaikan.

Kita perlu menetapkan target dari kelompok orang yang akan menerima pesan.   Intinya hindari keinginan agar semua audience bisa dijangkau dengan pesan Anda. Kemudian berpikirlah sebentar dengan mempertanyakan:“Kira2 inti pesan apa yang paling penting yang ingin disampaikan?”

Konsep yang paling menarik dalam menyiapkan ini Penulis memperkenalkan metode cara membuat cerita yang dibatasi 3 menit untuk membaca/mendengar/ melihatnya. Naah jurus ini kita perlu banyak berlatih.   Kemudian kita perlu membuat rencana “storyboard”, berisikan slogan:

(a) isu yang akan diusung,

(b) hubungkan dengan data yang ada,

(c) kemudian ide untuk memecahkan permasalahan pada isu tersebut,

(d) tunjukan ilustrasi/grafik/diagram/fotonya secara visual, dan

(e) sarankan rekomendasi.

  1. Gunakan TEHNIK PERAGA VISUAL yang cocok.

Tidak ada saran peraga visual yang bagaimana yang paling baik untuk dipakai. Apapun bisa dipakai sepanjang jangan terlalu berlebihan memperagakannya. Buatlah sesederhana mungkin.   Namun demikian Penulis menyarankan untuk kita tidak menggunakan tehnik visual “apple chart” dan “chart 3dimensi”. Kitapun diminta untuk menjaga etika dalam memperagakan konsep pesan, dengan tidak melakukan manipulasi data atau gambar cloning.

  1. HILANGKAN CLUTTER: peraga visual yang rumit

Satu lagi tip untuk membuat cerita pesan yang yang efektif adalah menghindari peraga visual yang rumit. Apalagi jika memasukkan tampilan grafis statistic yang beragam dan rumit dalam satu tayangan. Ini perlu dihindari.

Penulis menyarakan perlunya menggunakan SKENARIO PERAGA sebelum kita memilih gambar yang akan digunakan.. Tentunya dengan membuat tayangan peraga berlatarbelakang warna putih, dengan menggunakan kontras dan tone warna untuk menonjolkan pesan yang “eye-catching”. Kita diminta untuk tidak menggunakan “Gridline” pada grafik presentasi.

  1. FOKUS KE INTI PESAN yang akan disampaikan.

Untuk menggiring perhatian penerima pesan dalam tayangan visual, sebaiknya kita menggunakan apa yang dinamakan “preattentive attribute”. Bentuknya bisa dalam pemilihan skala ukuran, tone dan kontras warna maupun memposisikan gambar/photo di halaman peraga pesan. Dengan tehnik2 contoh yang diberikan oleh Penulis, penggunaan attribute ini mampu menggiring perhatian indra mata dan otak penerima pesan tertuju pada focus pesan yang akan kita tonjolkan.

  1. Gunakan KONSEP DISAIN yang bagus.

Berkomunikasi dengan memanfaatkan data akan lebih menarik jika kita menggunakan PRINSIP KONSEP DISAIN yang bagus. Yang pertama gunakanlah jenis huruf, ketebalannya, warna huruf atau ukuran huruf untuk mendapatkan inti pesan yang menarik. Lebih lanjut hindari kalimat, cerita atau konsep yang mengganggu atau kurang berhubungan dengan pesan inti yang ingin ditonjolkan. Hendaknya penggunaan gaya bahasapun dibuat sesingkat mungkin dan jelas maksudnya. Hilangkan kalimat2 yang engga perlu dan berlebihan atau berulang. Warna pada grafik juga diminta agar kita pintar memilih, dengan kombinasi warna yang engga norak. Warna yang lebih tua bisa dipakai untuk menonjolkan focus pada data yang penting.

  1. Menyiapkan CERITA SINGKAT DAN JELAS berhubungan dengan data.

Pada akhir bagian bukunya, Cole memberikan jurus-jurus menyiapkan draft cerita atas dasar data dengan runtun dan lengkap.   Banyak contoh kasus yang beliau berikan dibukunya tersebut untuk mendapatkan storytelling yang enak dibaca, engga membosankan, dan menarik untuk dibaca.

Saya kira akan lebih baik teman-teman membaca langsung buku yang agak teknis ini untuk mendapatkan wawasan yang lengkap. Penulisnya sendiri memiliki pengalaman yang luas di perusahaan JPMorgan Chase, perusahaan perbankan, private equity dan terakhir di Google Company. Buku ini ditulis atas dasar pengalaman lapangan selama bertugas di banyak perusahaan global tersebut.

Kategori:Book Review

Pentingnya Master Plan Ekonomi dalam Memanaje Rumah Tangga Perekonomian Daerah

Tuntutan beberapa pakar politik dan teknokrat ekonomi untuk menata rumah tangga Daerah Propinsi dan Kabupaten mulai membahana akhir-akhir ini.   Letupan-letupan konflik sosial dan politik di beberapa wilayah Indonesia, merupakan refleksi tidak langsung atas ketidakpuasan segolongan masyarakat tersebut atas kinerja pembangunan perekonomian di tanah air.  Bahkan bukan saja di Papua yang pernah mengibarkan “regional flag” nya, kemaren ini beberapa warga penduduk di Aceh mengibarkan bendera Aceh.   Inipun merupakan gambaran atas keinginan sepihak dari kelompok penduduk di daerah untuk mengelola rumah tangganya menurut versi mereka.

Kitapun sebagai warga negara Indonesia, yang menjunjung tinggi rintisan para pejuang kemerdekaan Indonesia, terkaget-kaget dengan upaya sementara pihak yang menginginkan kewenangan penuh bagi Pemerintahan Daerah mengelola administrasi dan rumah tangganya sendiri.   Mungkin jika apa yang diberikan ke Timor Leste dikabulkan untuk propinsi lainnya di Indonesia, akan kacau balau Nusantara kita diadu domba oleh kekuatan-kekuatan ekonomi regional dan global.  Kita tidak menginginkan hal ini terjadi.

Jalan tengah yang juga sedang diusung oleh pakar hukum dan politik, adalah dibentuknya pemerintahan Federasi dimana kewenangan mengelola Pemerintahan Daerah tetap diberikan dengan leluasa, tetapi beberapa bidang sektor pembangunan masih berada dikendali Pemerintahan Pusat.   Mereka melihat cerita sukses di Negara Bagian Australia dan Pemerintahan Daerah di Malaysia.  Hanya saja perlu ditekankan disini, bahwa suasana geopolitik dan ekonomi di kedua negara tersebut sangat berbeda dengan kondisi Indonesia.   Sehingga sangat riskan apabila diaplikasikan.

Terlepas dari sistem administrasi Pemerintahan daerah mana yang lebih baik, Pemerintahan Daerah Propinsi dan Daerah Kabupaten dapat memulai pembangunan perekonomiannya secara lebih stratejik dan terfokus.  Beberapa hal yang dapat dirintis pengembangannya adalah sebagai berikut:

1.  Pemerintahan Daerah Propinsi perlu memiliki Master Plan Pengembangan Ekonomi yang baku, yaitu  mengenai bagaimana perekonomian wilayahnya akan dibawa dalam 10 sd 20tahun ke depan.

2. Pada master plan tersebut tersirat kegiatan Ekonomi Kunci apa saja yang ingin dikembangkan, dan bagaimana strategi-strategi untuk menggalang partisipasi masyarakat, pelaku ekonomi dan pemilik modal dalam merealisasikan rancangan pengembangan ekonomi kunci ini.   Pola struktur “keterkaitan kluster” ekonomi utama dengan sektor2 yang berkaitan (ke hulu dan ke hilir) perlu dimantapkan dan didukung oleh sistem perijinan yang baku, tegas, dan tidak birokratis.

3. Rencana pengembangan ini kemudian dilengkapi dengan rencana penggunaan lahan yang mendukung pencapaian strategi-strategi yang ditetapkan.  Rencana infrastruktur, jaringan penghubung lalulintas barang dan jasa serta SDM yang handal perlu dibangun dan dilaksanakan.  Beberapa wilayah industri terpadu dapat dibangun.

4. Master Plan dan Rencana2 Pendukung ini harus dibuat berkelanjutan, artinya siapapun Gubernur atau Bupati yang terpilih, mereka harus memiliki komitmen untuk melaksanakan rencana dan strategi yang ditetapkan.

5. Pemerintahan Kabupaten hendaknya menyelaraskan pola pengembangan perekonomian wilayahnya dengan Master Plan Ekonomi dalam skala tata ruang propinsi di atas.

Tentunya masih banyak tahapan-tahapan berikutnya agar pengembangan perekonomian daerah dapat berkembang dengan baik.  Partisipasi masyarakat perlu selalu diajak dalam merumuskan rancangan tersebut.  Pemerintahan propinsi tetangga harus diajak berkolaborasi demi kemajuan tata-hubungan perekonomian wilayah yang lebih luas lagi.

Kegagalan Kebijakan Mekanisme Pasar dan Perdagangan Bebas


Lengkap sudah bukti-bukti empiris atas kegagalan kebijakan mekanisme pasar dan politik perdagangan internasional yang semakin terbuka dalam sepuluh tahun terakhir ini. Untuk mengantisipasi terulang kembalinya kejadian yang sama maka Pemerintah disarankan segera menerapkan kebijakan perekonomian pasar yang terkendali, dengan memperhatikan kepentingan ekonomi domestik dan ketahanan nasional. Baca selanjutnya…

BBM: Penjajahan Ekonomi Para Kapitalis Minyak Bumi Internasional


Dunia pada era globalisasi saat ini sedang dipermainkan oleh ulah para pemilik kapital yang menguasai aset strategis minyak bumi internasional, baik pada tataran kepemilikan sumberdaya maupun pada tingkatan pengolahan dan distribusinya. Proses penjajahan ini hanya dapat dilawan kehadirannya dengan sistem regulasi yang bertanggung jawab oleh kelompok negara-negara pemakai minyak bumi maupun negara penghasil minyak bumi yang masih memiliki naluri kemanusiaan. Baca selanjutnya…

Dampak Yang Menyakitkan dari Keputusan Kenaikkan Harga BBM 24 Mei 2008


Tepat pada pagi hari ini kita berkabung dengan keputusan Pemerintah Indonesia yang pada akhirnya menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, rata-rata sebesar 28,7%. Kita berbela sungkawa karena dampak luarbiasa yang akan terjadi beberapa bulan ke depan dalam penurunan kondisi kehidupan kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Mereka ini merupakan kelompok yang bukan saja termasuk masyarakat penerima BLT tetapi juga meliputi sekitar 40% warga masyarakat berpendapatan rendah di seluruh penjuru tanah air. Baca selanjutnya…

Kategori:Macro Economy

Efektifitas Pengendalian Kekuatan Monopoli Pasar: KPPU vs. Temasek


Click here to view map
Temasek Tower

Di akhir bulan Nopember ini kalangan pebisnis di Indonesia sempat dibuat tercengang oleh keputusan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) yang mevonis Temasek Holdings yang diduga telah melanggar aturan persaingan tidak sehat karena telah memiliki saham secara silang di Indosat dan Telkomsel. Silang pendapatpun bermunculan, yang kemudian mengerucut pada dua kubu: yang “pro” pada keputusan otoritas KPUU dan yang “kontra” dengan berbagai keberatan atas landasan pemikiran dan alasan ditetapkannya keputusan tersebut. Baca selanjutnya…

FEUI: Dahulu dan Kini Sama Saja?


Tulisan Oleh: Kanti Pertiwi


Tidak mudah memang untuk merubah sesuatu.
Pertanyaan yang paling pertama muncul biasanya adalah “Dari mana harus kita mulai?” Pemikiran ini timbul semenjak saya membaca sebuah email terusan dari salah satu milis yang mengangkat topik tentang pengajaran di FEUI. Si penulis utama dalam email terusan tersebut adalah seorang alumni yang terpukul hatinya mendengar kabar terkini dari FEUI yang ternyata tak banyak bedanya dengan situasi yang dialaminya dulu semasa kuliah, yaitu lebih dari 10 tahun yang lalu. Baca selanjutnya…

Kategori:General