Arsip

Archive for the ‘Indonesia Economy’ Category

Kegagalan Kebijakan Mekanisme Pasar dan Perdagangan Bebas


Lengkap sudah bukti-bukti empiris atas kegagalan kebijakan mekanisme pasar dan politik perdagangan internasional yang semakin terbuka dalam sepuluh tahun terakhir ini. Untuk mengantisipasi terulang kembalinya kejadian yang sama maka Pemerintah disarankan segera menerapkan kebijakan perekonomian pasar yang terkendali, dengan memperhatikan kepentingan ekonomi domestik dan ketahanan nasional. Baca selanjutnya…

Bagaimana Mengerti Sistem Perekonomian Bak Mandi dan Ancaman Bubbled Economy

Cara bekerja sistem perekonomian di satu negara dapat digambarkan dengan menggunakan konsep BAK MANDI. Konsep ini menggunakan analogi seorang Bapak atau Ibu rumahtangga dalam memanaje kebutuhan air mandi untuk para anggota rumah-tangganya. Dengan jumlah anggota rumahtangga yang relatif besar yang biasa dijumpai pada kehidupan rumahtangga masyarakat di Indonesia, setiap rumahtinggal selalu diperlengkapi dengan bak mandi dengan kapasitas daya tampung air yang memadai. Sistem instalasi air di rumah tersebut kemudian dibangun, dengan menggunakan tangki penampungan di luar kamar mandi yang menggunakan jetpump atau dengan sistem penimbaan dari sumur terdekat dari lokasi bak mandi tersebut. Baca selanjutnya…

Sektor Manufaktur Unggulan Indonesia ke Depan


Harian Kompas pada hari ini telah mengulas pernyataan Menko Ekuin dan Menteri Keuangan pada suatu semiloka sektor riil di Hotel Four Seasons, Jakarta kemarin. Kesimpulan yang menarik dari seminar tersebut bahwa menurut pandangan Pemerintah, sistem perekonomian Indonesia perlu menyuntik dana Investasi Rp 989 triliun agar target pertumbuhan 6,3 % ingin dicapai tahun 2007. Dinyatakan juga dari investasi tersebut, diharapkan sektor manufaktur akan menjadi andalan. Baca selanjutnya…

Prospek Penanaman Modal Langsung 2007

          Tanpa terasa kita telah memasuki tahun ke sepuluh sejak perekonomian Indonesia mengalami serangan badai krisis yang luar biasa besar dampak pengaruhnya pada perekonomian Indonesia. Krisis perekonomian yang terpicu oleh kejatuhan nilai rupiah — menyusul tumbangnya era masa kepemerintahan orde baru — telah membawa implikasi yang dahsyad pada meluasnya krisis multidimensional.
           Dampak negatif yang paling mencuat kepermukaan adalah kejatuhan daya beli konsumen dari sebagian besar masyarakat Indonesia dan melemahnya baik kekuatan maupun daya saing produk-produk unggulan kita. Melalui berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah penanaman modal diharapkan dapat menjadi motor penggerak kebangkitan perekonomian Indonesia beberapa tahun ke depan. Baca selanjutnya…

Keseimbangan dan Determinants Harga Beras

          Harga komoditi beras di pasar tanpa adanya gangguan yang dicetus oleh kekuatan permintaan (demand)atau kekuatan pasokan (supply) seharusnya tidak akan sebegitu fluktuatif. Hal ini beralasan secara teoritis, mengingat karakter elastisitas harga dari komoditi stratejik ini yang inelastis. Artinya, seberapa besarpun kenaikkan tingkat harga beras di pasar, pengaruhnya tidak akan diikuti oleh persentase kenaikkan yang linear (dalam jumlah yang sama) dari volume pembelian beras yang dilakukan oleh kalangan konsumen rumah tangga. Walaupun anggota rumahtangga memperlakukan komoditi ini sebagai “barang kebutuhan pokok”, mereka tidak akan mengkonsumsinya dalam jumlah yang lebih banyak jika harga komoditi tersebut mengalami penurunan. 
          Dalam 3 minggu terakhir sejak akhir bulan Nopember 2006 realitas yang terjadi di pasar adalah perilaku konsumen yang sebaliknya. Kepanikan masyarakat semakin menjadi di wilayah kota-kota besar di Indonesia, saat harga beras telah melambung tinggi – yang belum pernah dialami dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini. Harga beras, sebagaimana dilaporkan oleh BPS, mulai merangkak naik sejak akhir Nopember 2006. Harga beras untuk masyarakat golongan berpendapatan rendah jenis IR-64 telah naik dari Rp5.193 per kg menjadi Rp 5.450 per kg pada minggu pertama Desember berikutnya, atau suatu tingkat kenaikkan mendekati 5%. Baca selanjutnya…

Perubahan Paradigma Politik Ekonomi Beras

          Dalam minggu-minggu terakhir ini wacana pembangunan ekonomi Indonesia tersita kembali dengan melonjaknya harga beras di beberapa daerah diIndonesia. Antisipasi Pemerintah Pusat atas naiknya harga beras sempat dikhawatirkan dengan upaya Pemerintah Pusat menyediakan stok komoditi beras secara nasional. Melalui lembaga BULOG, Pemerintah Pusat melakukan impor beras dari negara penghasil beras utama di Asia Tenggara.
          Tetapi ternyata kemudian kebijakan ini mendapatkan perlawanan dari berbagai Pemerintah Daerah. Pemerintah daerah pada umumnya berkeberatan atas pemberlakuan kebijakan tersebut. Dalih yang dikemukakan, sebagian karena alasan masih cukupnya stok beras di daerahnya masing-masing. Alasan lainnya adalah bertujuan guna melindungi kepentingan produsen petani padi pada saat datangnya musim tanam dan panen yang akan datang.
Baca selanjutnya…

Peran Penanaman Modal dalam Pembangunan Nasional

trust_des06.jpg
(Artikel berikut pernah dimuat di harian “Media Indonesia” kamis 30 Nopember 2006; dan “Majalah Trust”, No.8 Tahun V, 11-17 Desember 2006, hal 19)

Tanpa disadari sepuluh tahun telah berlalu sejak perekonomian Indonesia yang tadinya dilanda krisis multi dimensional mengalami proses perubahannya menuju era reformasi guna mewujudkan cita-cita dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.

         Proses inipun sekarang masih berlangsung dan menuntut pada para pelaku ekonomi dan pelaku politik untuk segera memperbaiki komitmen serta kinerjanya dalam merealisasikan cita-cita tersebut. Baca selanjutnya…