Beranda > Regional/Local Economy > Pentingnya Master Plan Ekonomi dalam Memanaje Rumah Tangga Perekonomian Daerah

Pentingnya Master Plan Ekonomi dalam Memanaje Rumah Tangga Perekonomian Daerah

Tuntutan beberapa pakar politik dan teknokrat ekonomi untuk menata rumah tangga Daerah Propinsi dan Kabupaten mulai membahana akhir-akhir ini.   Letupan-letupan konflik sosial dan politik di beberapa wilayah Indonesia, merupakan refleksi tidak langsung atas ketidakpuasan segolongan masyarakat tersebut atas kinerja pembangunan perekonomian di tanah air.  Bahkan bukan saja di Papua yang pernah mengibarkan “regional flag” nya, kemaren ini beberapa warga penduduk di Aceh mengibarkan bendera Aceh.   Inipun merupakan gambaran atas keinginan sepihak dari kelompok penduduk di daerah untuk mengelola rumah tangganya menurut versi mereka.

Kitapun sebagai warga negara Indonesia, yang menjunjung tinggi rintisan para pejuang kemerdekaan Indonesia, terkaget-kaget dengan upaya sementara pihak yang menginginkan kewenangan penuh bagi Pemerintahan Daerah mengelola administrasi dan rumah tangganya sendiri.   Mungkin jika apa yang diberikan ke Timor Leste dikabulkan untuk propinsi lainnya di Indonesia, akan kacau balau Nusantara kita diadu domba oleh kekuatan-kekuatan ekonomi regional dan global.  Kita tidak menginginkan hal ini terjadi.

Jalan tengah yang juga sedang diusung oleh pakar hukum dan politik, adalah dibentuknya pemerintahan Federasi dimana kewenangan mengelola Pemerintahan Daerah tetap diberikan dengan leluasa, tetapi beberapa bidang sektor pembangunan masih berada dikendali Pemerintahan Pusat.   Mereka melihat cerita sukses di Negara Bagian Australia dan Pemerintahan Daerah di Malaysia.  Hanya saja perlu ditekankan disini, bahwa suasana geopolitik dan ekonomi di kedua negara tersebut sangat berbeda dengan kondisi Indonesia.   Sehingga sangat riskan apabila diaplikasikan.

Terlepas dari sistem administrasi Pemerintahan daerah mana yang lebih baik, Pemerintahan Daerah Propinsi dan Daerah Kabupaten dapat memulai pembangunan perekonomiannya secara lebih stratejik dan terfokus.  Beberapa hal yang dapat dirintis pengembangannya adalah sebagai berikut:

1.  Pemerintahan Daerah Propinsi perlu memiliki Master Plan Pengembangan Ekonomi yang baku, yaitu  mengenai bagaimana perekonomian wilayahnya akan dibawa dalam 10 sd 20tahun ke depan.

2. Pada master plan tersebut tersirat kegiatan Ekonomi Kunci apa saja yang ingin dikembangkan, dan bagaimana strategi-strategi untuk menggalang partisipasi masyarakat, pelaku ekonomi dan pemilik modal dalam merealisasikan rancangan pengembangan ekonomi kunci ini.   Pola struktur “keterkaitan kluster” ekonomi utama dengan sektor2 yang berkaitan (ke hulu dan ke hilir) perlu dimantapkan dan didukung oleh sistem perijinan yang baku, tegas, dan tidak birokratis.

3. Rencana pengembangan ini kemudian dilengkapi dengan rencana penggunaan lahan yang mendukung pencapaian strategi-strategi yang ditetapkan.  Rencana infrastruktur, jaringan penghubung lalulintas barang dan jasa serta SDM yang handal perlu dibangun dan dilaksanakan.  Beberapa wilayah industri terpadu dapat dibangun.

4. Master Plan dan Rencana2 Pendukung ini harus dibuat berkelanjutan, artinya siapapun Gubernur atau Bupati yang terpilih, mereka harus memiliki komitmen untuk melaksanakan rencana dan strategi yang ditetapkan.

5. Pemerintahan Kabupaten hendaknya menyelaraskan pola pengembangan perekonomian wilayahnya dengan Master Plan Ekonomi dalam skala tata ruang propinsi di atas.

Tentunya masih banyak tahapan-tahapan berikutnya agar pengembangan perekonomian daerah dapat berkembang dengan baik.  Partisipasi masyarakat perlu selalu diajak dalam merumuskan rancangan tersebut.  Pemerintahan propinsi tetangga harus diajak berkolaborasi demi kemajuan tata-hubungan perekonomian wilayah yang lebih luas lagi.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: