Beranda > Politics > Bursa Calon Gubernur DKI Jakarta Yang Semakin Memanas

Bursa Calon Gubernur DKI Jakarta Yang Semakin Memanas


Sebenarnya pemilihan gubernur Jakarta pengganti Bang Yos masih pada bulan Agustus nanti. Tetapi anehnya para petinggi partai politik di negeri tercinta ini sudah melakukan politik “dagang sapi” yang bagi sementara kalangan berpengetahuan menjadi suatu hal yang perlu dipertanyakan. Masalahnya bagaimana mereka sudah mengetahui, meminang dan memutuskan untuk membopong langsung salah satu kandidat calon gubernur, bapak Fauzi Bowo (FB). Karena bagi kami sulit untuk menentukan pilihan jika kami belum mengetahui benar visi, misi dan political platform dari masing-masing calon kandidat yang ada, kecuali dengan mengintip hasil “proses pool pendapat dini”.

Dukungan yang diberipun tidak tanggung-tangung. Bapak FB yang sekarang ini merupakan pejabat wakil gubernur pemerintahan kota DKI Jakarta, pada minggu lalu telah didukung secara koalisi (bersama) oleh 16 partai politik. Hampir semua partai politik besar, yang “terafiliasi” dengan sistem pemerintahan saat ini, maupun partai politik yang menjadi “musuh”, ikut dalam gerbong koalisi partai tersebut. Hanya dua partai politik kecil yang berani mendukung calon gubernur Bapak Adang Daradjatun (AD).

Seperti kami baca di berbagai media ibukota, ternyata masih banyak calon yang berminat dan berkualitas seperti deretan Bapak AD, Mas Sarwono Kusuma Atmadja, Abang Faisal Basri, dan para kandidat lainnya. Manuver politik koalisi 16 partai politik tersebut moga-moga tidak akan mengecohkan penduduk Jakarta pergi ke bilik suara pada bulan agustus.

Gejala apakah ini?? Mengingat manuver “dagang sapi” persekongkolan politik seperti ini dalam banyak kasus belum tentu akan dan dapat menjamin pelaksanaan program pembangunan untuk kesejateraan rakyat dan penduduk secara lebih luas.

Sayapun sebagai salah satu insan yang memiliki pengetahuan dan nurani merasa tergugah untuk melontarkan pertanyaan tersebut. Diatas kertas corat-coret agenda harianku, sementara ini tercatat beberapa skenario yang masih perlu dibuktikan kemudian hari. Maksudnya, manuver politik dari koalisi 16 partai tersebut dilakukan dengan alternatif motif atau kemungkinan alasan berikut ini:

1. Pimpinan partai politik besar di negeri ini begitu sibuk dengan kepentingan stratejik lokalitas dari keberadaan atau kelanggengan sistem dan manajemen pemerintahan kota dibawah bendera leadership Bang Yos selama ini. Motif skenario politik mengusung Bapak FB, yang saat ini menjabat wakil gubernur Pemerintahan Kota DKI Jakarta, silahkan pada rekan-rekan untuk menebak sendiri.

2. Pimpinan partai politik besar di negeri “Republik Indonesia” berkepentingan dengan pengembangan kota Jakarta 5 tahun ke depan. Bayangkan saja dampak dari banjir besar di Jakarta kemarin ini telah mendapatkan tanggapan segera dari Pemerintah Pusat, yang akan melakukan bridging hibah dana trilliunan rupiah untuk pembangunan “saluran banjir kanal timur” di ibukota. Kemudian masih ada beberapa mega poyek pembangunan infrastruktur, seperti pengembangan sistem angkutan masal dalam kota, perluasan kapasitas proyek air minum dan mega proyek lainnya yang masih dirahasiakan oleh kandidat calon gubernur. Motif dari skenario ini adalah “dimana ada gula disitu akan ada semut”.

3. Pimpinan partai politik prinsipnya ingin ikut berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan membangun dan mengembangkan kota Jakarta karena barang siapa yang menguasai para pemilih (voters) di di kota Jakarta tentunya akan membantu mempengaruhi kecenderungan voters yang lebih luas. Motif yang ada menjadi “persiapan menjelang pemilihan presiden RI dua tahun lagi”.

4. Pimpinan partai politik tersebut mungkin kesengsem dengan program memberantas narkotika di ibukota Jakarta. Wah yang ini kita semua setuju… dengan syarat Pemda DKII jakarta akan mencoret sumber dana pemerintah kota yang berasal dari perusahaan tempat hiburan, night club dan tempat diskotik. Tempat-tempat tersebut telah banyak terbukti merupakan tempat penjualan obat-obat terlarang. Motif yang diajukan menjadi “upaya menyelamatkan generasi muda bangsa Indonesia”.

5. Pimpinan partai politik ingin membela kepentingan mayoritas rakyat kecil di ibukota negara, seperti mereka yang hidup di kantong-kantong pemukiman informal dan bantaran sungai/rel kereta api, para buruh pabrik, para pekerja kasar, dan anggota rumah tangga keluarga miskin. Dengan berkoalisi seperti ini maka kekuatan mereka akan menjadi lebih kuat untuk mengarahkan program2 gubernur pilihannya pada pengembangan “community development”, pemberdayaan UKM dan perlindungan kehidupan sektor informal di ibukota Jakarta. Nah ini baru jitu, karena motif yang diajukan menjadi “suara dari rakyat dengan manfaat untuk rakyat”

Saya kira cukup kita akhiri skenario ini dengan lima butir alternatif motif mengapa koalisi 16 partai politik mengusung calon gubernur Bapak FB. Kita masih perlu melihat dan menyimak lebih lanjut apa dan bagaimana isi rencana pogram pembangunan para calon gubernur DKI Jakarta beberapa bulan ke depan.
Sementara kita menunggu maka tidak ada salahnya anda sudi meluangkan waktu memberikan pendapat: “Siapakah calon gubernur DKI Jakarta yang paling berkenan dan cocok untuk dipilih pada bulan Agustus ini”. Terima kasih untuk partisipasinya. Juga terima kasih pada pemilik blog “Senyum Sehat”, yang telah berinisiatif menyarankan perlunya pooling seperti ini dikalangan pemerhati dan peminat blog kami.

(copyright@aditiawanchandra)
[halaman awal]

Kategori:Politics
  1. Maret 28, 2007 pukul 1:44 am
  2. Maret 27, 2007 pukul 11:06 pm

    Saya setuju dengan skenario satu. Kok semua kompak ya pada satu calon. Mungkin sudah ada deal bagi-bagi proyek. Mas Aditia, saya juga sudah hijrah ke situs http://www.journalis-adventure.com

    Suka

  3. Maret 27, 2007 pukul 9:41 pm

    Seandainya no. 4 dan 5 dari skenario bapak menjadi landasan Pilgub DKI, betapa hebatnya. Namun saya koq pesimis ya. Sejujurnya saya curiga yang no.2: dimana ada gula disitu akan ada semut

    Suka

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: