Beranda > General > Memilih Pengganti Bang Yos

Memilih Pengganti Bang Yos


Baru-baru ini beberapa teman dekatku menyarankan agar aku segera membuka gerai diskusi blog ini dengan topik2 yang ringan dan populer. Setelah tak pikir-pikir boleh juga karena selama ini artikel-artikelku banyak bicara pada hal-hal yang serius dan penuh bobot….. he.he betul khan.

Kali ini kita mulai ngerumpi soal siapa sih menurut anda pengganti bang Yos yang paling SREG, PANTAS DAN COCOK untuk menjadi gubernur kota tercinta kita Jakarta???

“Wah pak Adit bisa aja nih. Wong sampe hari ini beberapa pentolan partai politik yang terkemuka masih pada bingung…. Apa lagi kita-kita sebagai orang biasa, yang ada tambah bingung”, demikian komentar abang ojek di pertigaan dekat rumah tinggalku. “Memang betul bang sayapun bingung! Tak ada satu kandidatpun mewakili kami punya marga…”, menurut celotehan kawanku Simanjuntak dari Medan. Bahkan rekan saya penganut gereja orthodox, si fulan, mulai juga mempersoalkan aspek “sara” dari calon kandidat yang beredar di bursa.

Berlainan dengan nada pesimis tersebut, kaum ibu pengikut program arisan di salah satu RT di kelurahan “padepokan mimpi” ternyata sangat mendukung salah satu calon gubernur yang ada, karena dia berharap bahwa penggunaan narkoba di ibukota segera dapat dihilangkan…atau paling tidak berkurang. Hal serupa dihembuskan oleh beberapa teman artis sinetron… yang mengharapkan agar jagoannya dapat segera menang sehingga program-program pengembangan budaya kembali marak di Jakarta.

Mari kita lihat para calon gubernur (cagub) yang mulai beredar di media masa. Kaget juga kita dibuatnya… abis mereka sangat beragam penampilannya. Ada satu pejabat Pemda yang mau masuk bursa pencalonan…. dan dia sangat yakin bahwa dengan modal pengalamannya di bidang pariwisata.. sekaligus karena dia anak betawi akan mendapatkan tempat tersendiri. Juga ga kalah hebatnya.. ada mantan menteri di jaman ORBA yang ngurusin lingkungan hidup ternyata punya keberanian mencalonkan diri. Anggapannya warga penduduk Jakarta perlu ditata penghidupannya agar dapat menyatu dengan alam sekitar lingkungan hidup.

Lucunya juga ternyata ada calon gubernur yang sehari-harinya ngurusin pengamatan ekonomi. Dia ini juga banyak ngritik di media masa… dan udah bosan dengan kerjaan mulianya serta mau coba-coba jadi penguasa. Yah mungkin mau merasakan gimana sih enaknya kalau dicaci maki di media… he3 jangan marah ya bang. Tak kalah seru… ada dua calon penggede di lingkungan militer yang ikut berlaga. Mereka berpikir persoalan Jakarta adalah mengendalikan preman2 kelas kakap yang banyak merugikan kepentingan warga. Nah… kita tunggu lagi siapa yang mau ikutan…

Siasat buat menang tanding nggak kalah seru dipersiapkan oleh para cagub di atas. Yang udah memiliki otot baja dan jaringan ke barak militer, merasa perlu didukung oleh wakil gubernur yang berasal dari putra betawi sekaligus budayawan. Yang satu lagi patneran dengan ustad yang punya akses ke lembaga2 sosial masyarakat dan pesantren di pelosok Jakarta ini.

Tema kampanyepun bertolak belakang. Ada yang mementingkan urusan memerangi narkoba. Ada yang mau menertibkan peraturan-peraturan dan keamanan. Ada yang mau mengembangkan ibukota kite ini menuju kota jasa yang handal. Ada juga yang gembar gembor mau ngeberantas korupsi dan meningkatkan daya saing kota Jakarta. Wah… yang jelas pentas politik pemilihan pengganti bang Yos bakalan seru…seru bener-bener meriah.

Nah pak Adit kalo udah begini mau milih siapa?
Susah juga yha nentuin pilihan… Abis kandidatnya warna-warni dan menurut aku hanya ada beberapa calon yang bener-bener nguasain medan tempur, tetapi aku ragu apa komitmennya akan terus dijamin begitu kalo dia udah terpilih. Kenapa? Abis aku kecewa dengan semua pejabat politik pemerintahan di negeri “republik mimpi”. Waktu pemilu dia ngomongnya sok suci. Begitu terpilih eh… kemudian dia mulai belagak, menindas, dan berlaku serong….ingkar janji kampanye.

Bagiku calon gubernur yang akan aku pilih adalah yang berkomitmen untuk memperbaiki, mengembangkan, membina, dan memimpin beberapa urusan-urusan penting berikut ini:

1. Dia ini disegani oleh para kolega pegawai bawahannya di lingkungan Pemda. Nantinya kandidat gubernur kita ini harus serius menegakkan aspek kedisiplinan dalam ngatur manajemen pemerintahan kota — yang bersih dari kolaborasi, KKN dan kemungkinan korupsi. Ingat ke depan ini anggaran proyek-proyek Pemda DKI hitungannya bukan lagi ratusan juta tetapi udah jadi ratusan milyar bahkan ada yang triliyunan.

2. Kebijakan pengembangan kota harus seimbang. Ga ada lagi gusur menggusur. Areal buat aktivitas berjualan pelaku bisnis sektor informal dan pasar tradisional perlu dipertahankan dong!! Di negara maju aja ada kegiatan “city renewal program” yang mempertahankan ruang hidup dan tempat mangkal para pelaku bisnis yang udah lama dan dan bersifat tradisional. Jangan lagi urusan membangun megamall, supermarket, pagar beton pencakar langit mewah tetap diprioritaskan.

3. Jakarta perlu dibuat semakin hijau, banyak bertebaran taman bunga, tempat para warga kecamatan ngerumpi bareng (community hall) tetapi terjangkau, dan ada lapangan tempat maen bolanya… biar Persija kita tambah ngetop karena engga kehabisan bibit lokal.

4. Saluran-saluran got dan sungai dibuat lancar, engga mampet sampah. Kita semua tidak mau lagi kebanjiran. Betul kan bang Yos!!!

5. Urusan sampah di kasih sama pengelola swasta (outsource) saja. Abis daripada jalan menuju lingkungan rumahku selalu bau busuk menyengat. Ternyata lalat saja udah pada menghindar lho!

6. Program revitalisasi kampung serupa dengan proyek “husni thamrin” inginnya kembali diadakan untuk lingkungan pemukiman di bantaran sungai, areal bekas banjir, pemukiman padat kelompok penduduk miskin.

7. Pertunjukan budaya, kesenian daerah, pagelaran tontonan film “tanceb” di lapangan terbuka, dan pertandingan olahraga antar warga kecamatan kembali dibangkitkan. Sehari-hari kita warga Jakarta yang kerja ulang alik ditengah kemacetan perlu juga hiburan yang berbobot dan merakyat. Bukannya tontonan orang-orang kaya seperti jakarta jazz, manggil artis luar negeri, dan seminar-seminar orang intelek.

8. Calon gubernur harus berani perintah polisi untuk mulai ngatur mobil dan motor yang udah kadaluarsa umurnya. Disamping nggak madetin jalanan juga kualitas udara kota berangsur bersih kembali. Tetapi pak gubernur mngebenahin juga sistem angkutan masal buat kite-kite rakyat kecil.

9. Kompleks-kompleks perjudian, tempat mangkal pengedar narkoba mesti sering di razia oleh tim gabungan, dengan koordinasi langsung pak gubernur. Kenapa? Karena kalau gagal dan tidak direalisasikan kita bisa ganti gubernurnya.

Nah aku rasa calon gubernur yang punya komitmen merealisasikan 9 urusan-urusan penting ini, yang menjadi harapan sebagian besar warga wong cilik di Jakarta, aku akan pilih tanpa ragu-ragu. Kalo engga ada yang berkompetensi dan mau menyatakannya dalam platform kampanyenya…maka lebih baik aku tidur dirumah saja!!!

Bagaimana dengan pilihan bapak, ibu, abang dan none???? Salam, adit.

(copyright@aditiawanchandra)halaman awal]
/span>

Kategori:General
  1. Adek
    Maret 22, 2007 pukul 4:09 pm

    Perlu instrumen yang punya kekuatan hukum deh Pak untuk mengatur gubernur, jadi kalo komitmen 1-9 yang dikemukakan Pak Adit dilanggar oleh Gubernur terpilih, dia harus mengundurkan diri. Nah, orang Indonesia tipikalnya, kalo sudah duduknya enak, cenderung nggak mau turun. Untuk membuat hal ini tidak terjadi, instrument yang berkekuatan hukum itu harus bisa memaksa gubernur mundur dari jabatannya atau komitment untuk memperbaiki.Karena kalo mengharapkan penguasa mundur dari jabatannya cuma terjadi di Republik Mimpi kali ye..Contohnya dalam hal menangani banjir di jakarta, kayaknya sang penguasa cuma… “anjing menggonggong, kafilah berlalu”…

    Suka

  2. Maret 19, 2007 pukul 11:44 pm

    iya ide bagus juga tuh. cuma cara bikinnya saya engga tau. kirimkan dong jurus2 program softwarenya ke e mail sy: eddymarta99@yahoo.com.

    Suka

  3. Evy
    Maret 19, 2007 pukul 12:46 pm

    Wah kita bisa bikin polling di blog neeh pengen tahu pilihan para blogger ya pak?

    Suka

  4. Maret 17, 2007 pukul 4:17 pm

    Mbak evi udah lama yah ninggalin tanah kelahiran. Sekarang gubernur dan bupati dipilih langsung oleh rakyat. Emang bener calon2 yang ada belum secara formal keluarin materi kampanyenya, karena belum diperbolehkan. pemilihan gubernur baru DKI jakarta baru nanti tgl 8Agustus 2007. Verifikasi data pemilih dan pendaftarannya baru awal Mei depan….. Jadi sekarang mereka baru cari2 dukungan dari partai politik. Gitu lho mabak…have nice weekend.

    Suka

  5. Evy
    Maret 15, 2007 pukul 7:34 am

    Waah calon kuat sapa pak? Memangnya sekarang sistemnya coblosan untuk milih gubernur? Klo ga kampanye dulu gimana bisa tahu programnya apa dan apa yg mau di dukung? Trus klo udah kampanye kudu tanda tangan klo apa yg di kampanyekan bakal di lakoni, tapi wong bangsa kita pelupa kok ya pak… ? Yo wis sapa pun gurbernurnya sing penting teh botol minumannya, halah, BTW kapan sih pak, acara coblos2annya?

    Suka

  6. zoul "Akbar"
    Maret 14, 2007 pukul 12:25 pm

    Wah susah juga yach pak nentuin 9 rumusan bapak diatas, kalo saya liat – liat nantinya yang memenuhi 9 kriteria bapak adalah 9 calon diatas yang bermutasi menjadi satu orang dan otaknya di “brain wash” agar seluruh hidupnya mengabdi pada negara Indonesia khususnya kota Jakarta…..ya gak bang???

    Suka

  7. Atid
    Maret 14, 2007 pukul 11:59 am

    oiya pak..mo ralat sedikit..yg mantan wakapolri itu pak Adang Daradjatun…=)

    Suka

  8. Atid
    Maret 14, 2007 pukul 11:58 am

    ya setuju…!!! tp blm ketauan kan mana yg memenuhi kriteria bapak? dgr2 malah ada yg dibeking mafia pak, biar judi legal di jakarta..gawat kan?? hehe…seru ya memang seru..tp emg masing2 calon gub n wagub punya nilai masing2 dimata masyarakat, saya aja bingung mo milih sapa…abis org Indonesia tuh manja jd perlu dikerasin model pak mahathir muhammad gabs yg lemah2 gitu pemimpinnya, gmana mnurut bapak tuh?

    Suka

  9. Maret 13, 2007 pukul 11:26 pm

    Setuju mbak evy. Calon yang udah pada ribut2 sih antara laen:
    1/ Wagub sekarang pak Fauzi Bowo.
    2/ Pak Sarwono K mantan menteri KLH
    3/ Pak Adang Sudradjad dari POLRI (Maksudnya Adang Daradjatun, mantan wakapolri Thanks Atid)
    4/ Pak Faisal Basri, pengamat ekonomi
    5/ Pak Agum Gumelar yang pasangan dengan Rano Karno
    Belum tahu lagi yang laen. Jadi mbak nanti saat pemilu ga ikut nyoblos??? sayang banget yhan.. Coba suaranya bisa ditransfer…pasti seru.

    Suka

  10. Evy
    Maret 13, 2007 pukul 10:17 pm

    Memangnya calonnya sapa aja pak? Aku ketinggalan berita neeh ga tahu apa2, tapi Jakarta jadi hijau itu penting banget pak, kita di Jakarta menghirup racun CO2, back to basic aja semua kudu di benerin life cycle, water cycle, Oxygen cycle… klo proporsinya ga bener ya bencana bakal datang lagi-lah, wong sudah hukum alam.

    Suka

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: