Beranda > Development Strategy, Macro Economy > Reinventing Ekonomi Indonesia Baru

Reinventing Ekonomi Indonesia Baru

        

         Masih ingat dibenak kita, lebih dari ratusan abad ekonomi dan sumber daya alam Indonesia tereksploitasi habis oleh ulah para antek-antek pemerintahan kolonial Belanda  dan Romusha Jepang — tanpa memperhatikan prinsip2 kesamarataan, keadilan dan hak2 azasi manusia. Kehadiran rezim ini menimbulkan banyak pengorbanan, penderitaan, darah serta jiwa raga para pahlawan dan pejuang bangsa.

         Kemudian hadir pimpinan karismatik Soekarno Hatta yang berhasil menegakkan MERAH PUTIHKU berkibar abadi dibumi Nusantara.  Inilah negeri yang tak ada duanya di dunia dengan ragam pulau, ethnik, budaya, agama, adat istiadat serta suku bangsa.  Mereka bersama para penjuang lainnya dengan gigihnya memperjuangkan dan menegakkan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

         Perekonomian Indonesia kemudian berupaya bangun secara mandiri, bebas dari ikatan dan jebakan penjajahan ekonomi dan negara dalam arti yang seluas-luasnya (baik berbentuk neo kolonialisme, modal asing yang berskala besar, maupun para komrador ekonomi kapitalisme).  Pemerintahan pada saat itu menjalankan kebijakan publiknya berlandaskan keragaman karakter bangsa, politik luar negeri yang bebas dan aktif, serta kebijakan anti diskriminasi, anti regionalisme dan anti modal asing – yang merupakan warna kuat filosofi  awal pembangunan bangsa ini.

         Setelah itu datang rezim Pemerintahan orde baru dimana ekonomi kita telah berkembang dengan pesat, mencapai rata-rata pertumbuhan di atas 7,5% selama periode Repelita Keempat sampai Keenam.  Atas jerih payah tersebut kita berhasil mendapatkan trophy penghargaan atas sukses putra-putra terbaik baik bangsa dalam mengelola perekonomian pada skala internasional, seperti pada bidang penyediaan kebutuhan pangan dan program pengendalian pertumbuhan penduduk.

          Tetapi sayang  prestasi ini tidak dipelihara agar mampu berkelanjutan. Kebijakan publik negara kita pada saat itu merupakan ujung pisau bermata dua.  Disamping prestasi gemilang yang dicapai, dibaliknya tumbuh subur tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme serta penyalahgunaan kewenangan akibat belum ditegakannya tata-kelola pemerintahan yang baik dan trasparan.  Perekonomian Indonesia menjadi sangat tidak efisien sehingga mempengaruhi daya saing produk-produk andalan ekspor Indonesia.  Tingkat hutang luar negeripun meningkat tajam menjadi suatu kenyataan yang tak terelakkan.

        Rapuhnya perekonomian kita ini terbukti pada saat perekonomian Indonesia diterpa oleh badai krisis moneter yang tidak dapat tertanggulangi dengan cepat.  Bahkan dia meluas menjadi krisis multidimesi yang mempengaruhi stabilitas kehidupan bangsa Indonesia.  Faktor-faktor non ekonomi seperti politik, ideologi, keamanan, dan sosial budaya mengalami perubahannya secara cepat dan tak terduga.   Varian-varian  perekat kehidupan bangsa dan paradigma tatanan suprastruktur lembaga dan aturan permainan kemudian mengalami metamorfosa dari tatanan awalnya.  

          Kita mengalami perubahan dengan maraknya berbagai isu non-ekonomi seperti: isu-isu otonomi daerah, Timor merdeka, Gerakan Aceh Merdeka, keragaman partai politik, lahirnya berbagai platform politik, issue keamanan, pengendalian huru-hara, konflik antar suku bangsa, tindak dan ancaman terorisme, hak azasi manusia, kepastian hukum, leadership nasional, kebebasan press, dan banyak lagi perubahan-perubahan  yang akan kita akan alami.

         Kita kemudian mulai belajar dan berharap bahwa Pemerintahan koalisi di  era reformasi segera dapat menyelamatkan negara dan bangsa dari jurang kemunduran dan kebangkrutan. Sudah tercatat tiga presiden beserta jajaran kabinetnya yang telah berupaya melakukan berbagai program rehabilitasi, restabilisasi, penyelesaian konflik dan  optimalisasi perbaikan mesin-mesin ekonomi yang sedang mogok dan rusak parah.  

         Namun sayang hasil yang didapat belum memuaskan, dan yang pasti adalah ketidak pastian: “ Mau dibawa kemanakah negeriku ini?”

         Salah satu konsep wacana alternatif STRATEGI PEMBANGUNAN BANGSA untuk segera dapat keluar dari keterpurukan perekonomian adalah dengan melakukan berbagai terobosan stratejik di berbagai kebijakan publik. 

         Kita perlu segera melakukan program-program konkrit yang Insya Allah dapat mendorong Indonesiaku bangkit dan maju seperti kondisi sebelum krisis.  Dengan demikian diharapkan Indonesia akan memiliki ketahan ekonomi, kemandirian sekaligus meraih keunggulan daya saing dalam pertarungan ekonomi globalisasi.

Berikut kami sodorkan salah satu alternatif strategi pengembangan perekonomian yang berdaya-saing menuju kemandirian.

Strategi Pembangunan Alternatif      


Manfaatkan Pasar Regional dan Lokal

         Tantangan dan kesempatan masa yang akan datang akan bertambah rumit dengan terjadinya  perubahan2  yang didominasi oleh bangkitnya pasar dan perekonomian negara-negara di kawasan Asia Pasifik, khususnya China, Thailand dan Vietnam.  Mereka semua merupakan wilayah yang sangat dekat dengan Indonesia dan memerlukan cross border flows dalam investasi, tenaga kerja ahli dan pasokan sumber daya alam.

         Tentunya mengingat posisi strategis dari negara kita, Indonesiapun memiliki peluang yang besar.  Bukan hanya itu, kawan2ku.  Walaupun pada saat ini daya beli sebagian besar masyarakat

         Indonesia  masih lemah dan rendah, pasar lokal akan segera bangkit dan merupakan  opsi yang sangat berpeluang.  Peluang ini sebagian telah direbut dan dikuasai oleh pabrik-pabrik milik perusahaan asing, usaha retail asing skala besar, perusahaan perbankan asing dan bahkan para individu yang menguasai sektor usaha kecil dan menengah serta industri rumah tangga di lokalitas Bali, Jepara dan Batam. Ke depan kebijakan diplomasi, investasi dan perdagangan perlu lebih diarahkan ke wilayah pasar reginal dan domestik ini.


Kembangkan Ragam Produk Ekspor 

         Bertumpu pada satu atau dua mata dagang produk unggulan ekspor, seperti minyak bumi, tekstil dan CPO memiliki banyak kelemahan.  Putra-putra bangsa dibangku kuliahpun mengerti akan kelemahan dari strategi ini. Produk ekspor tersebut terbukti rentan pada gejolak perubahan permintaan global ekonomi dan peningkatan inefisiensi biaya transakasi, biaya birokrasi dan biaya keagenan (agency cost).   

         Indonesia sudah harus siap dengan produk ekspor yang lebih bervariasi dengan memperhatikan pola permintaan dari negara-negara di wilayah Asia Pasific, disamping memperkuat kedudukan pasar di negara Amerika Serikat dan MEE.   Program anti korupsi, penghapusan KKN dan penegakan keadilan merupakan prasyarat yang tidak dapat ditawar agar produk ekspor Indonesia memiliki kekuatan daya saing.

Perkuat Kedudukan Strategis Indonesia sebagai Regional-Hub

          Indonesia secara berangsur harus memanfaatkan dan mempromosikan kedudukan strategisnya di peta ekonomi geografisnya, yaitu sebagai regional hub kawasan Asia Pasifik.  Ancaman kedudukan Singapura sebagai hub-tandingan telah menjadi kenyataan, dan telah mematikan industri pelayaran dan penerbangan domestik kita.  Bukan tidak mungkin merambahnya gurita ekspansi kapital negara ini ke pelosok dan urat nadi perekonominan Indonesia akan menjadikan kekuatan ekonomi domestik Indonesia menjadi sangat lemah.        

          Mau tidak mau kita harus memperkuat sinergi seluruh komponen pelaku ekonomi domestik – BUMN, pengusaha lokal dan koperasi untuk memanfaatkan kesempatan dan posisi strategis lokasi negara kita. Pemerintah harus berani dan berkomitmen untuk melakukan kebijakan publik yang berpihak pada pengembangan kemampuan dan kekuatan para pelaku domestik ini. Mungkin diperlukan juga jasa para profesional marketers dan public relations untuk menjual tempat, lokasi wisata dan kesempatan investasi yang menarik.   Negara harus rela mengeluarkan dana yang cukup untuk tujuan-tujuan ini.


Perkuat Struktur Baru Perekonomian Lokal        

         Bahwasanya krisis ekonomi  telah merubah tatanan perekonomian dan posisi keunggulan daya saing Indonesia sudah banyak dikemukakan oleh para pakar ekonomi.    Kedepan struktur ekonomi baru Indonesia perlu dibangun secara lebih berstratejik, dengan memperhatikan gerak perkembangan otonomi daerah yang tak terhindarkan lagi dan dengan berbagai potensi kekuatan ekonomi lokalnya untuk periode 10 tahun ke depan.


(a) Bertumpu pada Kekuatan Perekonomian Lokal 

          Ohh ini lagi kata yang sering menjadi bahan diskusi.  Desentralisasi!!!! Perlu dimengerti disini bahwa desentralisasi pembangunan ekonomi akan semakin  dibutuhkan untuk memperkuat perekonomian lokal, pada skala tata ruang ekonomi yang lebih mikro. Dengan penguatan ekonomi lokal dan pelimpahan kewenangan kebijakan dan pengelolaan manajemen ekonomi ke daerah secara bertahap… maka perekonomian Indonesia yang benar-benar mandiri akan segera tercipta!!! 

          Paradigma perencanaan pembangunan ekonomi yang mengikuti pola perencanaan terpusat dan  tersegmentasi secara departemensasi sektoral sudah tidak cocok.  Sistem ini tidak akan mampu memenuhi perubahan-perubahan yang terjadi pada skala daerah ekonomi yang tersebar di bentangan negeri seribu pulau yang luas dengan keragaman karakter yang berbeda-beda.

          Negeriku pada saat ini sangat mendambakan sistem  ekonomi lokal yang tangguh dan berdaya saing secara regional dan bahkan secara global.  Banyak kekuatan ekonomi lokal yang mampu untuk dijadikan kuda troya menuju Indonesia yang berjaya dan tahan banting!!!

          Strategi pembangunan ekonomi pada skala mikro di masing-masing wilayah pembangunan tentu perlu didukung oleh  sistem kelembagaan dan mekanisme perencanaan ekonomi yang  baru.   Strategi  pengembangan ekonomi wilayah melalui pendekatan agro industrial development dan integrated local manufacturing  yang melayani pasar regional  merupakan solusi yang dapat segera dipertimbangkan.

         Community based economy  secara kelembagaan jangan ditunda lagi!!!! Hai putra2 daerah segeralah anda membangun organisasi ekonomi komunitas lokal  yang di dukung penuh oleh kekuatan perbankan daerah, dan partisipasi para entrepeneur daerah dengan menggunakan teknologi baru yang tersedia di pasar global. Globally integrated community providers perlu dirangsang untuk berkembang,  khususnya di wilayah tertentu yang memiliki prasarana dan sarana transportasi serta logistik yang memadai.

         Pemerintah daerah, pejabat lokal  dan para investor swasta domestik perlu  segera berperan untuk mengembangkan jaringan distribusi (distribution channels) antar wilayah ekonomi  yang tangguh dan memadai.  Moda dan sistem transportasi yang modern dan cepat antar pulau dan masuk ke dalam wilayah hinterland perlu dikembangkan.   Nah disini kebijakan pemerintah pusat yang  berwawasan daerah  melalui sistem insentif dan disinsentif, serta pengalokasian dana pembangunan daerah yang terkoordinasi antar lokalitas perlu ditumbuh kembangkan.


(b) Bertumpu pada Lembaga Keuangan, Perusahaan dan Pemerintahan Daerah yang telah Direkstrukturisasi.         

Penguatan modal lembaga keuangan dan perbankan secara menyeluruh perlu segera dilakukan, khususnya Bank Pembangunan Daerah dan perbankan ritel.  Melalui upaya ini maka program restrukturisasi perusahaan dapat dipercepat dengan rangsangan berbagai perbaikan kebijakan ekonomi dan kepastian iklim berinvestasi yang terpelihara. 

         Tetapi jangan lupa peran Organisasi Serikat Pekerja dan organsasi komunita wilayah dapat juga diakui eksistensinya dan sekaligus diberdayakan melalui program community based development. Reformasi lembaga pemerintahan dan sistem perencanaan yang menunjang upaya penguatan pembangunan ekonomi lokal perlu segera dijalankan secara bertahap. 


Modernisasi Sistem Perekonomian Mikro        

         Ekonomi Indonesia Baru harus didukung oleh lembaga keuangan dan ekonomi mikro yang modern, diikuti dengan pengembangan sekolah tinggi ekonomi  berwawasan perencanaan dan pembangunan daerah dan perdagangan internasional. Demikian juga Pemerintah perlu menciptakan iklim kondusif agar sekolah-sekolah tinggi teknologi dan sekolah-sekolah  kejuruan dalam bidang pengembangan dan teknologi  industri tepat guna dapat bangkit dan berkembang memenuhi permintaan sektor industri manufaktur yang diperkirakan akan melonjak beberapa tahun kedepan.

          Kebijakan publik pada tingkat pusat dan daerah perlu mengutamakan domain kesetaraan, keadilan, dan anti diskriminasi serta mengutamakan azas manfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas, dengan konsentrasi pemberdayaan perusahaan BUMN, perusahaan UKM domestik dan industri rumah tangga.

Harapan Ke Depan 
         Negeriku yang cantik ternyata telah tercabik-cabik oleh ekspansi usaha asing dan pertikaian anak bangsa yang memberhalakan pada kekuasaan, harta dan kepentingan kelompok. Domain kepentingan publik perlu dibangun kembali dengan aturan hukum yang semakin jelas dan ditegakkan, dan dengan target membangun kemampuan pelaku-pelaku ekonomi domestik.
        Kapankah kita sebagai putra-putra bangsa sadar akan ancaman dan segi negatif dari dampak kecenderungan diatas?i Kesempatan belum sirna, marilah putra-putra bangsa kita bangun bangsa dan negara ini dengan satu tekad kuat: Mari kita tingkatkan kesejahterakan Rakyat, dan mengutamakan serta memprioritaskan kepentingan Bangsa dan Negara . MERDEKA INDONESIAKU, MANDIRI DAN SEJAHTERA RAKYAT INDONESIA!” (copyright@aditiawan chandra)

  1. Desember 15, 2009 pukul 2:32 pm

    makasih, om. pusing saya dapet tugas kuliah ini. setidaknya dapet petunjuk disini

    Suka

  2. bambang
    Desember 16, 2008 pukul 1:46 pm

    asslamuaiakum, wah setelah baca tulisan bapak, saya agak mudeng tentang lika liku perekonomian indonesia, oh ya pak kalau fokus pada pembenahan ekonomi domestik, itu ruang lingkupnya apa saja ya pak”strategi peningkatan ekonomi domestik……

    Suka

  3. November 3, 2007 pukul 9:57 am

    karakter pasar NSB antara lain:
    1. kuatnya ketergantungan pasar modern yang berlokasi di kota2 besar dengan jaringan pemasaran atau pemasok di luar negeri.
    2. hilangnya sistem hiererki hubungan pasar2 tradisional di hinterland dengan pasar modern tersebut. Di negara maju sistem jaringan ini telah terintegrasi dengan baik, kukuh dan kuat. Simpul2 produksi dan pemasaran saling mendukung sampai ke kota kecil dan pelosok.
    3. pasar regional tersebut menginginkan dihilangkannnya berbagai hambatan tarif bea masuk dan pajak ekspor, berikut mobilisasi arus modal, kredit dan tenaga kerja trampil.

    Suka

  4. marsuyadi
    November 1, 2007 pukul 3:56 pm

    pak adit. minta penjelasan tentang karakteristik pasar regional,
    dan pemasaran dalam ekonomi yg transisi di negara belum maju

    satu lagi pak
    apa yang di maksud dengan pelanggan global

    Suka

  5. April 13, 2007 pukul 7:35 pm

    pak bud… memang ini gejala semakin mengglobalnya kegiatan perdagangan dan investasi. bagi kebanyakan pedagang atau pebisnis, kondisi meluasnya pasar merupakan rejeki yang mereka manfaatkan.
    Inginnya sih begitu yah. Tetapi penduduk yang 250 juta tersebut belum merata kemampuan daya belinya. nanti saya perkirakan 15-20 tahun lagi akan ada perubahan.
    Beberapa produk luar anehnya bisa lebih murah dibandingkan jika kita membuatnya. Alasannya karena memang ongkos produksi di kita maih tinggi. Banyak pemborosan, korupsi dan biaya ijin.

    Suka

  6. budhi_prasetya
    April 13, 2007 pukul 12:36 pm

    salam

    pak adit…menarik tulisan anda, tapi saya mau tanya neh ke ahli ekonomi seperti anda. kenapa sekarang gembar-gembor semua produk kita (agro, perhiasan, apa pun) harus orientasi ekspor, padahal kan negara kita ada 250 juta penduduk…kenapa tidak itu saja dibidik? bukankah sekarang semua yang namanya produk dari luar sana membanjiri negara kita? ada apakah fenomena seperti ini?

    salam

    budhi_prast

    Suka

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: