Beranda > Ekonomi Makro > Bagaimana Mengerti Cara Bekerja Sistem Perekonomian

Bagaimana Mengerti Cara Bekerja Sistem Perekonomian


Setiap mahasiswa atau lulusan Fakultas Ekonomi dari Universitas Negeri dan Swasta di Indonesia diharapkan telah mengenal apa yang dinamakan dengan Konsep Perputaran Roda Perekonomian (Circular Flow) untuk mengerti cara bekerja sistem perekonomian. Namun demikian bagi masyarakat awam konsep ini masih relatif tidak dipahami, sehingga tulisan ini diharapkan dapat sedikit membantu tujuan memperluas wawasan mereka yang belum mengerti cara bekerja sistem perekonomian di satu negara.

Konsep ini biasa dibahas pada bab-bab awal buku teks bacaan paling standar pada tingkat pertama di Universitas. Siapakah yang tidak mengenal pendekar ekonomi seperti Prof Samuelson, Prof Lipsey dan para teknokrat ekonom ternama lainnya.

Melalui pendekatan circular flow kita mencoba mengerti sistem perekonominan ini dengan mengidentifikasi siapa-siapa para pelaku utamanya, dan melihat peran mereka masing-masing. Kemudian kita akan melihat pola keterkaitan kegiatan-kegiatan para pelaku dalam kerangka model sistem perekonomian tertutup. Model digunakan untuk menyederhanakan dan mempermudah pembahasan pola keterkaitan yang dalam realitas sehari-hari terdiri dari ribuan pola kegiatan dan pertukaran ekonomi. Dalam tulisan ini kita akan membahas dua model sistem perekonomian, masing-masing model tertutup dan model terbuka.

Para Pelaku Utama dalam Perekonomian

Ide paling dasar untuk mengerti dan menguasai sistem perekonomian di suatu masyarakat atau negara adalah mengelompokan kegiatan perekonomian menurut peran dan kepentingan pelaku-pelaku utama. Para pelaku utama tersebut terdiri dari:

1. Produsen atau Pengusaha: Yaitu perseorangan atau kelompok perseorangan yang berkumpul secara hukum, dalam bentuk Perseroan Terbatas, CV, koperasi, atau bentuk formal lainnya, yang bertujuan untuk memprodusir barang/produk atau jasa untuk dilempar ke pasar guna memenuhi kebutuhan konsumen. Kegiatan pelaku ini disebut dengan kegiatan produksi. Kepentingan produsen adalah meraih laba.

2. Konsumen: Yaitu perseorangan, rumah tangga atau kelompok organisasi yang memiliki kemampuan dari pendapatannya (biasa disebut dengan daya beli) dan memiliki pilihan-pilihan atau keinginan untuk memenuhi kebutuhan (human wants) mereka di pasar. Kegiatan pelaku konsumen ini disebut dengan kegiatan konsumsi. Kepentingan konsumen adalah memenuhi kebutuhannya dengan memperhitungkan keterjangkauan daya belinya.

3. Lembaga Perbankan dan Keuangan: Merupakan organisasi formal, dapat juga berbentuk kelompok perseorangan, yang memiliki tujuan untuk memfasilitasi kegiatan perekonomian dengan mengumpulkan dana yang ada dimasyarakat, mengelolanya dan kemudian menyalurkannya dalam bentuk pemberian pinjaman maupun produk jasa keuangan lainnya. Kepentingan lembaga perbankan adalah memfasilitasi proses transaksi dan menyediakan sumber pembelanjaan. Disamping lembaga perbankan masih terdapat lembaga bursa atau pasar modal yang memiliki fungsi menggali dana masyarakat untuk membelanjai keperluan investasi para produsen.

4. Badan Publik dan Pemerintah: Dalam sistem perekonomian suatu negara Lembaga Publik dan Pemerintah berfungsi untuk menjaga kepentingan masyarakat secara umum, menjadi wasit dalam sistem perekonomian pasar, dan mungkin juga memberikan pelayanan publik yang tidak ditangani oleh sektor swasta. Lembaga pemerintah yang utama adalah Bank Sentral, Departemen Keuangan dan Kantor Perencanaan, seperti Bappenas.

Bank Sentral berfungsi menjaga jangan sampai tingkat inflasi, atau kenaikan harga barang dan jasa, melonjak cepat. Bank Indonesia, sebagai bank sentral negara kita, berperan juga dalam mengendalikan stabilitas nilai tukar mata uang rupiah. Kemudian, Departemen Keuangan dapat mengatur perekonomian melalui kebijakan perpajakan dan alokasi anggaran negara. Sedangkan Bappenas berperan melakukan perencanaan proyek-proyek investasi yang dilakukan Pemerintah, dan menjaga sistem perekonomian negara berjalan dengan baik.

Model Perekonomian Tertutup.

mkr2-roda-ekon2.jpgProdusen dan Konsumen, secara sederhana akan melakukan kegiatan penjualan dan pembelian di pasar yang saling mendukung untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingannya masing-masing. Dalam transaksi pasar tersebut, mereka akan terikat dengan kontrak dagang atau kesepakatan jual beli, dan kemudian ditetapkanlah harga jual atau harga beli dari kegiatan tersebut.

Untuk memfasilitasi kegiatan produksi dan kegiatan konsumsi ini secara efektif maka sistem perekonomian kita memerlukan lembaga perbankan dan lembaga keuangan lainnya seperti pasar modal, lembaga asuransi, lembaga penjamin, pegadaian atau lembaga keuangan mikro yang terdapat di daerah pedesaan. Lembaga perbankan peranannya sangat vital untuk mengumpulkan dana-dana yang ada di masyarakat, yang selanjutnya mereka akan melakukan pengalokasian dana tersebut melalui pemberian fasilitas perkreditan atau jasa perbankan lainnya.

Pergerakan sektor ekonomi dari produsen, biasa disebut oleh para ekonom dengan perkembangan sektor riil, yang perkembangannya dapat diketahui secara tidak langsung dengan memonitor antara lain data perkembangan pemberian fasilitas kredit baru oleh perbankan nasional dan data perkembangan produksi dari berbagai kegiatan sektor ekonomi.

Sistem perekonomian sederhana tersebut dalam keadaan normal biasanya akan berjalan dengan sendirinya, tanpa perlu pengaturan yang ketat dari Pemerintah. Dan memang inilah yang biasa didambakan oleh para teknokrat ekonomi klasik, bahwa pasar dapat mengatur segalanya dengan baik dan sempurna. Dengan perkataan lain seolah-olah sistem perekonomian tersebut akan bekerja secara otomatis melalui tangan kuat yang mengaturnya dari luar, atau biasa disebut dengan the invisible hand.

Tetapi sayangnya dalam kenyataan, mekanisme pasar ini tidak dapat memberikan jaminan bahwa model sistem perekonomian sederhana ini dapat berjalan dengan sempurna, tanpa distorsi atau kerugian bagi kepentingan masyarakat yang lebih luas. Banyak kasus dilaporkan di banyak negara berkembang, terdapatnya kenyataan mekanisme pasar bebas yang tetap menghasilkan banyak kekurangan, kejanggalan maupun kecurangan, atau kerugian di pihak konsumen. Dalam jangka panjang sering terjadi kecenderungan pengelompokan produsen tertentu yang menguasai pangsa pasar secara dominan. Dan masih banyak kejanggalan-kejanggalan lainnya dari sistem mekanisme pasar bebas ini.

Guna menetralisir atau mengurangi kemungkinan kerugian tersebut, maka diperlukan peran pemerintah atau Lembaga Publik yang berfungsi melakukan koreksi-koreksi atas sistem pasar yang tidak efisien dan tidak adil. Pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan perpajakan, pengenaan tarif atau pelarangan-pelarangan yang diberlakukan pada ketiga pelaku ekonomi utama ini. Bank Indonesia, misalnya dapat melakukan kegiatan monitoring dan pengaturan manajemen perbankan nasional secara umum dengan mengeluarkan ketentuan ketentuan tentang prudential banking practices.

Protes atas kecurangan-kecurangan yang dilakukan pengusaha sering dilontarkan oleh lembaga konsumen , seperti pada kasus-kasus tidak dipenuhinya persyaratan kinerja, kelengkapan komponen produk dan kualitas atas barang atau jasa dikonsumsi atau dibeli oleh konsumen.

Model Perekonomian Terbuka.

Sejauh ini kita masih memperlakukan sistem kegiatan ekonomi pasar secara tertutup. Artinya kita belum memasukkan peran sektor luar negeri ke dalam sistem perekonomian tersebut. Pada sistem perekonomian yang terbuka, kita melihat kemungkinan dari produsen untuk melakukan kegiatan ekspor barang dan produk dagangannya ke negara lain atau sebaliknya melakukan kegiatan impor keperluan bahan mentah dan bahan penolong maupun komponen mesin atau barang jadi dari luar negara kita.

Dalam model terbuka ini jasa perbankan dan lembaga keuangan dapat juga berasal dari sektor luar negeri, seperti kreditor-kreditor swasta luarnegeri dan lembaga keuangan internasional, seperti Asia Development Bank (ADB), World Bank dan International Monetary Fund (IMF). Terakhir kita dihadapkan lagi pada sistem perekonomian yang semakin menyatu (the borderless economy), yang biasa disebut dengan the global economy, yang bentuk dan sepak terjangnya belum kita mengerti secara utuh. Isu globalisasi dari perekonomian ini akan dibahas tersendiri dalam tulisan lain.

Seluruh kegiatan para pelaku ekonomi dari luar negeri ini dapat diketahui dan dimonitor perubahannya melalui analisis pendapatan nasional, laporan neraca APBN dan laporan neraca transaksi berjalan. Topik ini dibahas dalam tulisan tersendiri dengan judul “Bagaimana Mengukur Kinerja Perekonomian di satu Negara”. Dengan demikian baik para produsen, lembaga perbankan dan lembaga keuangan serta pemerintah dapat merencanakan dan melakukan kegiatannya masing-masing dengan baik dan terprogram. Sedangkan bagi kita masyarakat awam, pemahaman ini bermanfaat untuk segera mengetahui bagaimana perekonomian di suatu negara telah dan akan berkembang di kemudian hari.

(copyright@aditiawan chandra)
[halaman awal]

About these ads
Kategori:Ekonomi Makro
  1. Aldy
    April 29, 2007 pukul 2:27 pm | #1

    Ass..
    Pak Adit, apa yg harus dilakukan oleh para pengusaha di Indonesia dalam menghadapi era globalisasi agar tetap eksis dan bisa bersaing?
    Thanks, Wass…

  2. adit
    Mei 3, 2007 pukul 5:19 am | #2

    teorinya gampang. berbisnis lurus-lurus saja, terapkan teknologi, tingkatkan produktivitas dan fokus pada product development serta manfaatkan jejaring rantai proses produksi.

    prakteknya sulit. birokrasi menuntut ekonomi biaya tinggi, teknologi baru sulit diakses dan diadapt, sdm kita manja. nah faktor2 eksternal bisnis ini perlu disiasati agar tidak menjadikan kendala.

  3. annisa
    Mei 7, 2007 pukul 9:18 am | #3

    bagaimana keadaan perbankan indonesia dalam menghadapi era globalisasi??

  4. happy corina
    Juni 28, 2007 pukul 7:42 am | #4

    Assalammu’alaikum wr.wb.Hmm,ya memang benar jika perekonomian bisa memperbaiki dirinya sendiri jika kita analisis secara teori dan apakah kita bisa menganggap hal itu adalah ideal?Saya rasa tidak salah,namun yang membuat mekanisme tidak berjalan lancar secara semestinya kan karena pelaku-pelaku ekonomi yang tidak dapat menempatkan diri pada peran masing-masing,mereka malah sibuk memikirkan posisi orang lain dalam artian khawatir orang lain akan mendahuluinya,walaupun memang dalam perekonomian persaingan adalah hal yang biasa,yang membuatnya jadi tidak biasa adalah ambisi untuk mendapatkan sesuatu untuk dirinya sendiri,HANYA UNTUK DIRI SENDIRI,hingga berakibat fatal pada orang lain,ujung-ujungnya ya negara juga yang menderita,lebih tepatnya sih RAKYATNYA!
    Selain itu juga hal-hal yang membuat mekanisme pasar tidak bekerja dengan baik dan benar karena decision lag dan execution lag dalam menentukan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter akibat adanya birokrasi yang hanya membuat banyak kerugian dalam mengambil setiap tindakan,padahal dengan banyaknya para pakar ekonomi saya yakin mereka telah menemukan suatu strategi, namun tindakan mereka terhambat karena adanya birokrasi.
    Ketidakjujuran sangat menentukan perekonomian Indonesia karena kita seperti ini akibat krisis kejujuran!!! Memang tidak mudah mengatur pelaku ekonomi secara makro kalau mereka tidak berusaha untuk sadar sendiri dan berperan pada posisi masing-masing!
    Sekian dan terima kasih.
    Wassalammu’alaikum wr.wb.

  5. Juni 29, 2007 pukul 2:18 pm | #5

    terima kasih happy untuk masukannya. salam adit

  6. icha
    Agustus 23, 2007 pukul 3:34 pm | #6

    Bagaimana mengantisipasi masalah yang timbul sekarang ini akibat dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang lebih berpihak kepada pengusaha/Kebijakan luar negri dari pada berpihak kepada rakyat.? yang sekarang ini sedang dalam keadaan yang sekarat?

  7. September 6, 2007 pukul 8:16 am | #7

    Seharusnya pemerintah memiliki program2 khusus atau berbagai bentuk subsidi langsung bagi rakyat yang memerlukan bantuannya..khususnya mereka dalam kategori 20% masyarakat termiskin.
    kebijakan pengembangan UKM yang berorientasikan penyerapan atau pemberian lapangan kerja masih perlu didorong oleh pemerintah.. untuk mengatasi keadaan yang sekarat tersebut.

  8. ajie
    Januari 6, 2008 pukul 2:24 pm | #8

    ass…
    sebenarnya saya tidak menginginkan adanya era globalisasi, karena secara tidak langsung, hal ini, hanya akan menambah masalah baru lagi bagi negara kita, karena utnuk menghadapi era itu kita perlu sumberdaya manusia yang berkualitas,sedangkan masyarakat di negara kita sumber daya manusianya masih sangat jauh dari berkualitas, kalupun ada itu hanya sedikit jumlahnya…

  9. mizwan
    Januari 18, 2008 pukul 7:55 pm | #9

    assalamu’alaikum….
    dewasa ini banyak sekali kajian tentang pengembangan ekonomi di indonesia. terutama lagi dalam hal pemecahan masalah ekonomi yang mengancam kelancaran arus kesehatan ekonomi kita. wal hasil, banyak merupan sebuah wacana mentah, kalaupun ada suatu solusi yang brilian, namun hal itu tidaklah secara bijak mengatasi problematika ekonomi kita sekarang. ketidak jelasan sistem inilah yang membuat tiada arah yang tepat untuk merombak suatu sistem yang telah membudaya. kalaupun sistem ekonomi pancasila dan campuran telah ada, secara sistematika ilmu, sepertinya tiada arah yang jelas. kita hanya ada 2 pilihan, apakah kita akan menerapkan sistem ekonomi dunia barat yang telah nampak kesuksesan namun konsekwensi yang besar dan apakah kita akan membangun suatu sistem ekonomi baru seperti sistem ekonomi islam yang telah termuat pada kilasan sejarah terdahulu? kuncinya adalah pada diri kita dan kemampuan kita untuk mau merevolusi sistem yang ada. pikirkanlah

  10. mizwan
    Januari 18, 2008 pukul 8:05 pm | #10

    pengembangan unit usaha adalah suatu solusi dalam mensuport pertumbuhan ekonomi dan mendukung kesiapan menghadapi ekonomi global. namun apakah kita sudah merencanakan sdini mungkin untuk merespon masuknya beragam reformasi ekonmi dari dunia luar? dengan kekayaan alam yang mendukung sudah seharusnya kita memprioritaskan competitive adventage atau keunggulan untuk mampu bersaing dengan mempertaruhkan kualitas, kinerja yang baik, dukungan standar global sehingga produk kita dapat bersaing di kancah perdagangan global ini. jangan sampai kita terus-terusan menhandalkan keunggulan komperative yang mengandalkan komoditi.

  11. Rio
    Februari 14, 2008 pukul 7:07 am | #11

    Ass… Pak Adit,bagaimana pendapat bapak tentang sistem ekonomi Indonesia, China dan Amerika saat ini? apakah keunggulan dan kelemahan dari masing2 sistem tersebut? dan sistem negara manakah yang paling ampuh untuk digunakan saat ini? tolong segera dibalas y.. Wss..

  12. herutomo
    Mei 18, 2008 pukul 9:03 pm | #12

    Pak Adit,
    saya belajar teori makro ekonomi pertama kali dari Bp.Sri Edi S. tahun 1977. Dosen saya itu belakangan senang bicara ekonomi rakyat maupun koperasi, meski berpendidikan Amerika.Namun belakangan ini saya masih mendengar orang-orang yang menyalahkan mafia berkeley atau pengikutnya, sehingga ekonomi Indonesia Indonesia terpuruk. Gimana komentar anda ? Mengapa kita katakan Indonesia negara agraris, padahal 70% wilayah adalah maritim, mengapa tidak ada yang mengarahkan ekonomi berbasis kelautan di Indonesia ? Apakah betul bahwa kita terjebak dalam gejala neo-liberal ? Benarkah bahwa kita tidak bisa menjadi bangsa yang mandiri alias ber-swadhesi ? trims

  13. yamin
    Mei 30, 2008 pukul 7:55 am | #13

    tolong jelaskan apa yang dimaksud dengan sistem perekonomian tertutup sederhana, terima kasih

  14. dikar
    Juli 21, 2008 pukul 2:37 pm | #14

    ass. pak adit,,menurut pak adit sitem ekonomi yang dipakai bangsa ini sudah maksimal atau belum? trus kelebihan dari sistem ekonomi bangsa ini tu apa? sehingga tidak mampu menjangkau nilai mata uang $, dan menetupi keniakan BBM yang skrang ini dipertentangkan oleh rakyat atas pemerintah.wasalam

  15. September 19, 2008 pukul 8:02 pm | #15

    ass pak aditt..
    saya mau bertanya
    1. jelaskan hubungan rumah tangga konsumen, produsen serta peran pemerintah dalam pasar perekonomian tertutup ?

    2. sedangkan peran RT konsumen, produsen, pemerintah itu sendiri apa pak?? dalam sistem perekonomian ini

    3. sedangkan peran RT tersebut pada sistem perekonomian terbuka itu apa pak??

    terima kasihh..
    wasss..

  16. Riza
    Oktober 8, 2008 pukul 2:45 pm | #16

    Menurut bapak sistem perekonumian apa yang cocok untuk keadaaan indonesia saat ini……? Apalagi saat ini sedang terjadi krisis dunia……!!!!!!

  17. rima
    November 14, 2008 pukul 9:23 am | #17

    menurut bapak sistem perekonomian yang bagai mana yang harus di terapkan negara indonesia?

  18. maul
    April 17, 2009 pukul 6:15 pm | #18

    menurut bapak sistem perekonomian yang cocok untuk Indonesia apa ???

  19. riskha dwi anggraeni
    Agustus 27, 2009 pukul 6:30 pm | #19

    ass pak ..
    saya mau bertanya apa saja sistem bisnis yang ada di indonesia dan diluar negeri ?
    lalu apa perbedaannya ?
    terimakasih .

  20. fey
    September 7, 2009 pukul 1:23 pm | #20

    sistem perekonomian negara kita paan?

  21. hilman
    Desember 2, 2009 pukul 4:22 pm | #21

    Pa, negara mana saja yang pernah menggunakan sistem peerekonomian tertutup? Tolong jelaskan!

  22. arman
    Maret 19, 2010 pukul 9:38 am | #22

    Tdk selamanya teory dan praktek dilapangan sama
    Terserah bagi anda masing-masing yang menganalisanya.
    Kami orang awam hanya mengikuti arus yang ada, kebijakan dan UU udah diatur oleh pemerintah. yang jelas undang-undang dan kebijakan bs mensejahterakan rakyat.
    Yang penting mengambil suatu keputusa bs dipertanggung jawabkan dunia dan akhirat

    Wasalam
    Orang awam

  23. April 14, 2010 pukul 11:38 am | #23

    ass..
    pak saya mau tanya ,sebvenarnya sistem perekonomian seperti apa yang dianut di indonesia?
    dan apa ciri dan kelebihan ataupun kekurangannya?

  24. wD hANTONO
    Desember 4, 2010 pukul 9:02 pm | #24

    Dalam berbagai teori disebutkan bahwa pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli tetapi banyak yang lupa bahwa pasar bisa bermetamorfosis dengan salah satu kdari hal tersebut atau bersama sama artinya secara pasar tidak hanya menyesuaikan antara permintaan dan penawaran tetapi pasar juga bisa menciptakan tren, mode maupun image bagi pengunjung yang menjadi pertanyan jika pasar bergerak kearah tren tertentu siapa yang menjadi komoditinya apakah konsumen tingkat pertama atau konsumen tingkat kedua atau bahkan produsen dan pemasok? Ini menjadi menarik karena tren bisa menciptakan peluang dan pemain baru yang selanjutynya menciptakan tantangan baru bagi pemain lama. MM uNISULA 09279068

  25. Juni 2, 2011 pukul 5:34 am | #25

    Ass.
    Pak adit, jd sbenar’y apa sih pengertian dri “perekonomian tertutup yang mna tdk adanya kebijakan dri pemerintah”
    mksh

  26. Oktober 16, 2012 pukul 6:31 pm | #26

    Please let me know if you’re looking for a author for your blog. You have some really good posts and I believe I would be a good asset. If you ever want to take some of the load off, I’d absolutely love to write some content for your blog in exchange for a link back
    to mine. Please blast me an e-mail if interested. Thank you!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: