Beranda > Ekonomi Lokal, PMA/PMDN > Penanaman Modal dalam Era Otonomi Daerah

Penanaman Modal dalam Era Otonomi Daerah


[Artikel Pariwara terbit di surat kabar Republika Kamis 28 Desember 2006, Rubrik Ekonomi Bisnis, hal. 15]
                    
          Penanaman modal atau investasi secara langsung di sektor riil memiliki peran yang dominan dalam pembangunan perekonomian daerah. Selain kegiatan ini memberikan efek pengganda (multiplier) pada pertumbuhan pendapatan daerah, penanaman modal dapat mendorong peningkatan daya beli masyarakat di lokalitas dimana investasi tersebut ditanam. Penanaman modal yang memiliki ”multipler keterkaitan tinggi” dapat menghasilkan peningkatan lapangan kerja dan perkembangan industri hilir dan industri pasokan.          
          Seluruh rangkaian kegiatan kehadiran penanaman modal di daerah pada akhirnya akan memberikan dampak pada peningkatan kemampuan warga masyarakat dan perusahaan-perusahaan swasta daerah melakukan pembayaran pajak pada kas Pemerintahan Daerah.
 Peran Penanaman Modal.
          Penanaman modal secara konseptual meliputi antara lain tiga kegiatan utama: (a) investasi masyarakat, (b) investasi swasta dalam rangka PMDN dan PMA dan (c) belanja barang modal serta pengeluaran rutin oleh Pemerintah Daerah.
          Kegiatan investasi masyarakat merupakan kegiatan penanaman modal dalam bentuk pembelian aset-aset tidak bergerak seperti tanah, pembangunan tempat usaha dan pembelian mesin-mesin yang digunakan didalam kegiatan produksi. Sedangkan investasi swasta lebih menitik beratkan kegiatannya dalam perluasan kapasitas terpasang pabrik-pabrik meliputi mesin-mesin, peralatan dan teknologi. Disamping perluasan usaha, penanaman modal dapat berbentuk pembangunan pabrik-pabrik baru atau perluasan kepemilikan lahan yang akan digunakan untuk kegiatan usaha.
          Penanaman modal ternyata bukan hanya merupakan monopoli kegiatan yang dilakukan oleh pihak masyarakat dan pengusaha di sektor swasta. Wujud usaha ini dapat berbentuk kegiatan yang biasa dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam berbagai aktivitasnya untuk pengeluaran-pengeluaran belanja barang dan jasa, kegiatan penyertaan modal dalam proyek infrastruktur, pengembangan sistem informasi, serta kegiatan pemberian jasa pelayanan kepada publik. Dari sudut pandang pengklasifikasian jenis penanaman modal seperti ini terlihat cukup luasnya cakupan penanaman modal di suatu daerah.
          Bangkitnya era desentralisasi dan otonomi daerah di tanah air merupakan peluang besar bagi para pemilik modal, pelaku ekonomi dan pemerintahan daerah untuk mengembangkan jenis-jenis penanaman modal tersebut. Otonomi daerah memberikan keleluasaan pada pemerintahan daerah untuk merealisasikan visi dan misi serta rencana-rencana pembangunan wilayah dengan memobilisir kehadiran industri-industri andalan, kegiatan produksi dan perdagangan oleh perusahaan kecil dan menengah, serta usaha-usaha rumah tangga oleh berbagai kalangan masyarakat. Bagi perusahaan domestik yang telah melakukan kegiatan usahanya di satu wilayah, masuknya para penanam modal baru akan membuka berbagai peluang dalam kerjasama investasi dan produksi secara lebih luas lagi.
          Andil yang positip dari keberadaan penanaman modal pada wilayah pengembangan ekonomi banyak dialami oleh negara-negara, pemerintahan daerah dan para walikota serta para pengelola kawasan ekonomi baik di negara maju maupun di negara berkembang. Bagaimana jenis-jenis investasi tersebut dapat memberikan efek pengganda pada perekonomian daerah, telah banyak dikemukakan oleh kalangan akademisi dan para praktisi perencana daerah.

           Hasilnya dapat disimpulkan bahwa pada tahap-tahap awal pembangunan daerah, porsi investasi pemerintah daerah cenderung akan mendominasi keseluruhan investasi yang terjadi di daerah. Baru setelah tahapan kegiatan industrialisasi terlewati maka porsi investasi pemerintah ini akan menurun dan digantikan dengan penggelembungan investasi swasta. Sedangkan pada tahapan pembangunan daerah yang telah maju, peran investasi masyarakat secara berangsur menguasai mayoritas realisasi investasi di suatu daerah.
          Pertumbuhan perekonomian daerah dapat dipercepat perkembangannya melalui kehadiran investasi swasta PMDN dan swasta Asing melalui peluncuran program pengembangan wilayah terpadu . Beberapa lokalitas tempat industri seperti wilayah ekonomi Silicon Valley, kawasan industri Syanghai, kawasan industri pesisir China Bagian Timur dan wilayah industri Johor telah tumbuh dengan pesat karena kehadiran investasi domestik dari luar wilayah dan para swasta asing. Keterpaduan ini terlihat sejak proses pematangan lahan, pemberian perijinan investasi, kegiatan promosi dan proses pengendalian permasalahan-permasalahan yang perlu ditangani. Kepastian hukum ditegakkan dan dilaksanakan secara tegas dan pragmatis, biaya pelayanan ditekan seminimal mungkin dan insentif investasi yang sehat diberikan tepat waktu dan tepat sasaran. Jenis sektor atau industri unggulanpun ditetapkan melalui proses pembelajaran secara konsisten dan terencana. Karena memang disadari tidak semua jenis kegiatan investasi PMA akan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dengan pesat.
          Kegiatan investasi PMA yang dapat dikembangkan di daerah dan berpotensi menghasilkan devisa dan efek pengganda terbesar dapat dicirikan sebagai berikut:
1. Kegiatan industri pertanian berorientasikan ekspor
2. Kegiatan industri pengolahan dan industri pasokan yang menggunakan lebih banyak tenaga kerja dan bahan baku lokal
3. Kegiatan industri berteknologi madya dan tinggi yang memanfaatkan para pekerja trampil dan profesional
4. Kegiatan tambak ikan dan udang, industri pengalengan dan industri pengolahan hasil barang pertanian dan perikanan
5. Kegiatan industri elektronika, komputer dan produk-produk peralatan kedokteran dan farmasi
6. Kegiatan industri pengolahan hasil hutan, industri perabotan rumahtangga menggunakan listrik . industri pakaian, dan industri kerajinan
7. Kegiatan industri mesin dan pasokan peralatan pabrik
8. Kegiatan industri galangan kapal serta produksi otomotif, dsb.

          Sedangkan kegiatan investasi PMA yang diperkirakan kurang memberikan dampak dan pengaruhnya pada kemajuan pertumbuhan perekonomian daerah, karena cenderung memberikan efek pengganda yang relatif kecil, antara lain terdiri dari:
1. Kegiatan industri berat berteknologi tinggi yang sebagian besar bahan baku dan tenaga kerjanya diimpor
2. Kegiatan perdagangan dan usaha retail skala besar seperti kawasan mall, hypermarket dan keagenan penjualan barang-barang impor
3. Kegiatan industri karoseri mobil
4. Kegiatan perbankan dan asuransi
5. Kegiatan usaha pertambangan
6. kegiatan penangkapan ikan dengan peralatan modern
7. kegiatan industri yang footloose seperti sepatu, minuman, pengepakan, kantor perwakilan dsb.
 
          Dari daftar kegiatan industri ini semakin jelas perlunya Pemerintah Daerah melakukan upaya industrial targeting pada kegiatan-kegiatan investasi swasta dari luar daerah (PMDN dan PMA) yang memberikan efek pengganda tinggi. Proses pengembangan industri tersebut seyogyanya hanya dipilih pada beberapa jenis kelompok industri saja yang memiliki prospek pasar, keterkaitan erat pada industri pasokan lokal dan keterkaitannya dengan kompetensi yang dimiliki daerah, Proses prioritasisasi demikian diharapkan akan dapat mendorong laju perkembangan perekonomian daerah secara berkelanjutan.
         Investasi PMA yang termasuk dalam kategori kelompok industri yang menghasilkan pengganda rendah bukan berarti perlu dihindari; karena investasi pada kegiatan-kegiatan tersebut dapat juga berpotensi dalam menghasilkan laju pertumbuhan perekonomian daerah yang cukup berarti. Hanya saja biasanya industri yang demikian kurang dapat memberikan dampak simultan pada peningkatan pendapatan masyarakat lokal di daerah, perkembangan industri pasokan di daerah dan tambahan lapangan kerja yang tinggi.
         Penanaman modal secara langsung lebih merupakan pilihan untuk mendorong laju pertumbuhan perekonomian daerah dibandingkan dengan investasi pada investasi portofolio aset keuangan. Hal ini beralasan mengingat jenis investasi yang dilakukan oleh para kreditur, investor finansial, dan investor perseorang pada aset-aset keuangan (saham, obligasi, asuransi, dsb) tidak memiliki tingkat kepastian pada hasil efek multipliernya yang lebih berkelanjutan. Artinya, jika kita perhatikan kehadiran investasi sektor finansial dalam perspektif kepentingan daerah, umumnya kegiatan-kegiatan investasi pada sektor keuangan dan asuransi sangat rentan (vulnarable) pada kejadian-kejadian lingkungan bisnis serta iklim investasi yang ada di daerah tersebut.
           Sedangkan investasi di sektor riil dengan karakternya yang terikat dengan lokasi tertentu (location spesific asset) akan lebih bertahan menetap di daerah jika pada saat-saat tertentu terjadi goncangan instabilitas lingkungan usaha yang mempertinggi resiko negara (country risk). Investasi perusahaan untuk pembelian lahan usaha, pabrik-pabrik dan mesin-mesin akan sedikit sulit untuk segera ditutup dan dipindahkan (withdrawals) pada kegiatan-kegiatan usaha di daerah lainnya apabila di daerah terjadi gangguan keamanan dan resiko berusaha tersebut.
Iklim Investasi dan Peningkatan Kesiapan Daerah
          Penanaman modal di daerah perkotaan dan wilayah hinterland yang subur dan menjanjikan akan tumbuh berkembang sejalan dengan suasana iklim investasi dan iklim usaha yang ramah dan terpelihara dengan baik. Merupakan suatu kebutuhan bagi para pengusaha bahwa dalam melakukan penanaman modal, pada rentang waktu yang direncanakannya mereka dapat memperoleh kembali dan merealisasikan arus penjualan dan menutupi biaya modal dari kegiatan usaha yang digelutinya tersebut. Memang iklim investasi merupakan syarat mutlak tanpa dapat ditawar-tawar bagi kehadiran penanaman modal di suatu daerah.
          Isu berikutnya jika demikian adalah bagaimanakah iklim investasi ini dapat dibangun dan dikembangkan?
         Singkat kata, iklim investasi yang positif di daerah dapat ditingkatkan melalui upaya-upaya berkesinambungan yang dilakukan oleh para birokrat dan para pelaku ekonomi di daerah dalam hal-hal berikut ini:
1. Memberikan kepastian hukum atas peraturan-peraturan daerah dan produk hukum yang berkaitan dengan kegiatan penanaman modal sehingga tidak memberatkan beban tambahan pada biaya produksi usaha.
2. Memelihara keamanan dari potensi gangguan kriminalitas oleh oknum masyarakat terhadap aset-aset berharga perusahaan, terhadap jalur distribusi barang dan gudang serta pada tempat-tempat penyimpanan barang jadi maupun setengah jadi.
3. Memberikan kemudahan yang paling mendasar atas pelayanan yang ditujukan pada para investor, meliputi perijinan investasi, imigrasi, kepabeanan, perpajakan dan pertahanan wilayah.
4. Memberikan secara selektif rangkaian paket insentif investasi yang bersaing
5. Menjaga kondisi iklim ketenagakerjaan yang menunjang kegiatan usaha secara berkelanjutan.
 
           Bagi kepentingan para penanam modal asing maka selain iklim investasi tersebut, kehadirannya masih perlu didukung oleh adanya ketentuan-ketentuan dan perlakuan yang tidak diskriminatif, yang diberikan pada para pengusaha lokal atau domestik dalam arena memperebutkan pangsa pasar. Sudah selayaknya jika para pemilik modal asing menginginkan adanya perlindungan dan jaminan investasi atas ancaman terjadinya resiko nasionalisasi dan eksproriasi. Merekapun menginginkan adanya jaminan dalam hak untuk dapat mentransfer laba maupun deviden, dan hak untuk melakukan penyelesaian hukum melalui arbitrase internasional.
          Atas dasar ini dipandang perlu dan sudah merupakan keharusan bagi Indonesia segera meratifikasi RUU Penanaman Modal yang telah terkatung-katung keberadaannya sejak tahun 1995. Undang-Undang Penanaman Modal secara nasional ini akan diterima jika Pemerintah Pusat segera melakukan restrukturisasi organisasi lembaga publik dan departemen pada tingkat pusat dan kemudian memberikannya kewenangan yang lebih luas pada Pemerintah Daerah dalam merencanakan dan mengatur rumah tangganya secara lebih leluasa.
          Upaya menarik penanaman modal untuk berinvestasi di lokalitas tertentu di satu wilayah pada tahun-tahun mendatang akan menjadi semakin kompleks dengan adanya globalisasi. Persaingan memperebutkan arus lalulintas modal antar benua akan semakin bersaing mengingat lokalitas-lokalitas alternatif di dunia telah tumbuh berkembang semakin banyak dan luas. Pertimbangan-pertimbangan ”azas-azas efiensi, aksesibilitas dan kesiapan kompetensi daerah” akan merupakan kunci sukses bagi peningkatan penanaman modal dalam era otonomi daerah.
          Para pelaku ekonomi di daerah dan aparat birokrasi pemerintahan daerah perlu secara bersama mulai melakukan persiapan-persiapan dalam upaya terprogram meningkatkan kompetensi daerah. Upaya awal yang paling mendasar adalah membangun kesiapan sumber daya manusia yang trampil dan cekatan. Sekolah-sekolah kejuruan industrial, ekonomi, teknologi dan bahasa dapat dibangun secara sinergi antar unsur-unsur pelaku ekonomi yang ada di daerah. Memang benar tenaga kerja trampil berpotensi untuk hijrah lintas daerah. Akan tetapi mengingat keberadaan ikatan-ikatan sosial yang masih kuat di beberapa daerah di tanah air serta terbangun nya program pengembangan industri daerah, potensi bermigrasinya tenaga kerja trampil ke wilayah-wilayah ekonomi di kota metropolitan dapat dikurangi.
          Berikutnya ketersediaan fasilitas prasarana industri seperti pergudangan, jalur transportasi untuk logistik barang, pelabuhan, terminal serta hub-hub intra moda transportasi, sumber energi, air bersih, saluran irigasi lintas-desa, lembaga-lembaga ekonomi dan finansial pedesaan, serta pos-pos kolektor dan penyimpanan produk-produk hasil pertanian perlu dibangun secara memadai dan berkualitas. Rentetan investasi tersebut perlu ditrigger oleh inisiatif para gubernur dan para bupati dengan mengundang para investor masyarakat lokal.
          Dalam literatur perekonomian daerah jenis penanaman modal yang demikian termasuk dalam kelompok social overhead capital (SOC) Ketersediaan SOC akan memberikan rangsangan pada para investor dari luar daerah di kemudian hari untuk berkunjung dan menetap, karena mereka akan mendapatkan apa yang dinamakan dengan penghematan-penghematan urbanisasi (urbanization economies) dan agglomerasi (agglomeration economies).
          Kualitas dan gaya manajerial pimpinan puncak pemerintahan daerah pada akhirnya akan menentukan sejauh mana potensi-potensi pengembangan penanaman modal akibat adanya reformasi dan globalisasi dapat segera dimanfaatkan. Walaupun saat ini dapat saja pimpinan daerah tersebut berasal dari mereka yang memiliki arena bidang disiplin pengetahuan di luar bidang perekonomian, para bupati dan gubernur pemerintahan daerah perlu segera membawakan gaya kepemimpinan yang futuristik (futuristic leadership)dan membawakan keberanian menerobos kendala-kendala struktural yang menghadang (change leadership).
          Arahan dan rencana pembangunan wilayah yang stratejik perlu segera dibangun, agar dapat memberikan signal dan ajakan pada seluruh potensi kekuatan pelaku ekonomi untuk membangun daerah menuju kesejahteraan daerah yang berkelanjutan.
(Copyright@AditiawanChandra ).

About these ads
  1. haris
    Desember 27, 2007 pukul 8:22 am

    dalam memadukan pembangunan wilayah yang baik berdasarkan intensitas ketahanan modal telah terbiasa dimplementasikan oleh pemda namun kebijaksanaan ini kondisi rill terjadi masih ada kurangnya peran serta masyarakat pun dalam menterjemahkan arti dari kebijaksanaan pemerintah itu, sehingga perpaduan antara pelaku ekonomi dengan pemerintah sebagai regulator belum mencapai goal yang diharapkan.tidak hanya melihat sisi ini namun ada sisi lain yang menjadi penghambat diantaranya mental pembangunan masih kerap terkendala terutama dalam tubuh pemerintahan itu sendiri.

  2. Maret 24, 2008 pukul 1:56 pm

    tolong dong analisisnya dikembangkan lagi. dansumber-sumber yg diambil

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: